Fyuh! Ngebut ini untuk tantangan hari ketujuh. Apa cerita kita kali ini? Nah, kali ini si Momon kepo, pengen tau tulisan apa yang bisa membuat saya menjadi kuat. Bisa kita sebut sebagai kalimat motivasi juga, sih. Okelah, saya langsung kasih tau aja.
Jadi, tulisan atau kalimat yang bisa membuat saya kuat itu adalah cuplikan atau kutipan dari Al-Qur'an:
"Allah tidak akan mencoba hamba-Nya melebihi batas dari kemampuannya"
Nah, kalimat di atas ini lah yang saya jadikan penyemangat saat saya lelah, saat saya lemah, saat saya terpuruk. Kalimat ini memotivasi saya, bahwa jika Allah menimpakan suatu nikmat atau musibah kepada saya, tak lain dan tak bukan karena Allah yakin saya bisa melewatinya, saya bisa menyelesaikannya.
Kalau Allah aja udah yakin terhadap diri saya, kenapa saya harus ragu?
Kalau kamu, apa? Share dong di kolom komentar!?
Showing posts with label 10DaysWritingChallenge. Show all posts
Showing posts with label 10DaysWritingChallenge. Show all posts
Wednesday, January 25, 2017
#10DaysKF 6th Day - Hal yang Membanggakan Bagiku, Remeh bagi Orang Lain
Hosh! Ini tantangan hari keenam. Topiknya, menceritakan tentang hal yang membanggakan bagi saya, tapi orang lain meremehkan.
Oke, kita langsung aja.
Hal yang Membuatku Bangga
Namanya mahasiswa, pasti pernah merasakan yang namanya sibuk mengejar dosen demi mendapatkan seiprit tandatangan. Begitu pula dengan saya, apalagi mendekati semester akhir kemarin.
Jadi, waktu semester akhir (semester 8 dan 9) kemarin, saya sedang heboh-hebohnya menyelesaikan tugas akhir, mahakarya fenomenal sang mahasiswa bernama skripsi. Mulai dari studi kasus, cari referensi, diskusi dengan teman senasib sepenanggungan, hingga menyatroni dosen setiap hari demi tandatangan.
Nah, kebetulan, saya mendapat dosen pembimbing skripsi yang lumayan perfeksionis. Mulai dari outline, proposal, hingga skripsi saya, diperiksa kata demi kata, sehingga kesalahan kecil pun pasti dapat. Karena itulah saya harus ekstra hati-hati dalam meramu kata, mengutip sumber, serta membuat kesimpulan. Saya harus bolak balik mengecek skripsi saya, bolak balik mengecek sumber, bolak balik mengecek kata demi kata. Dan juga, saya harus diskusi ke beberapa orang, baik itu teman maupun dosen, sebelum menyerahkan skripsi saya ke dosen pembimbing saya.
Karena usaha yang luar biasa itulah yang akhirnya membuat tandatangan dosen saya itu begitu spesial. Mendapat tandatangan beliau serasa mendapat izin untuk masuk surga (oke, ini hiperbola), bangga banget. Tau enggak, selepas mendapat tandatangan beliau, saya pasti demam. Itu karena saking nggak tahan batin menerima tandatangannya yang luar biasa itu. Jadi selama proses mengerjakan skripsi hingga selesai, saya perlu setidaknya enam kali tandatangan beliau, enam kali juga saya demam.
Tapi hal itu hanya berlaku bagi saya dan beberapa teman saya yang dosen pembimbingnya sama. Selain itu, ya teman-teman saya santai, menganggap tandatangan dosen pembimbing itu bukan hal yang spesial. Tinggal sekali dua kali mendatangi, tandatangan dosen bakal mereka dapatkan. Karena itu juga mereka nggak bisa menikmati perjuangan skripsi itu. Nggak lengkap lah, masa kuliahnya.
Oke, ini cerita saya tentang hal yang membanggakan menurut saya tapi remeh bagi orang lain. Tantangan hari keenam, selesai! Yosh!
Oke, kita langsung aja.
Hal yang Membuatku Bangga
Namanya mahasiswa, pasti pernah merasakan yang namanya sibuk mengejar dosen demi mendapatkan seiprit tandatangan. Begitu pula dengan saya, apalagi mendekati semester akhir kemarin.
Jadi, waktu semester akhir (semester 8 dan 9) kemarin, saya sedang heboh-hebohnya menyelesaikan tugas akhir, mahakarya fenomenal sang mahasiswa bernama skripsi. Mulai dari studi kasus, cari referensi, diskusi dengan teman senasib sepenanggungan, hingga menyatroni dosen setiap hari demi tandatangan.
Nah, kebetulan, saya mendapat dosen pembimbing skripsi yang lumayan perfeksionis. Mulai dari outline, proposal, hingga skripsi saya, diperiksa kata demi kata, sehingga kesalahan kecil pun pasti dapat. Karena itulah saya harus ekstra hati-hati dalam meramu kata, mengutip sumber, serta membuat kesimpulan. Saya harus bolak balik mengecek skripsi saya, bolak balik mengecek sumber, bolak balik mengecek kata demi kata. Dan juga, saya harus diskusi ke beberapa orang, baik itu teman maupun dosen, sebelum menyerahkan skripsi saya ke dosen pembimbing saya.
Karena usaha yang luar biasa itulah yang akhirnya membuat tandatangan dosen saya itu begitu spesial. Mendapat tandatangan beliau serasa mendapat izin untuk masuk surga (oke, ini hiperbola), bangga banget. Tau enggak, selepas mendapat tandatangan beliau, saya pasti demam. Itu karena saking nggak tahan batin menerima tandatangannya yang luar biasa itu. Jadi selama proses mengerjakan skripsi hingga selesai, saya perlu setidaknya enam kali tandatangan beliau, enam kali juga saya demam.
Tapi hal itu hanya berlaku bagi saya dan beberapa teman saya yang dosen pembimbingnya sama. Selain itu, ya teman-teman saya santai, menganggap tandatangan dosen pembimbing itu bukan hal yang spesial. Tinggal sekali dua kali mendatangi, tandatangan dosen bakal mereka dapatkan. Karena itu juga mereka nggak bisa menikmati perjuangan skripsi itu. Nggak lengkap lah, masa kuliahnya.
Oke, ini cerita saya tentang hal yang membanggakan menurut saya tapi remeh bagi orang lain. Tantangan hari keenam, selesai! Yosh!
#10DaysKF 5th Day - 3 Film yang Paling Berkesan bagi Saya
Oke, ini tantangan hari kelima, dengan topik agak santai, cerita tentang film. Well, kebetulan saya ini penyuka film, jadi dikasih topik begini agak susah susah gampang karena udah banyak menelan asam manis film. Tapi baiklah, kita coba aja.
3 Film Paling Berkesan.
1. Dear John
Film yang diperankan oleh Channing Tatum dan Amanda Seyfried ini jadi salah satu film yang berkesan bagi saya. Film ini berkisah tentang seorang gadis yang jatuh cinta dengan tentara yang bertugas di wilayah konflik. Awalnya kisah cinta mereka berjalan lancar. Mereka pergi berkencan saat si tentara pulang, saling berkirim surat saat si tentara bertugas. Prahara timbul saat jenuh menyerang si gadis karena mereka hanya berkirim surat dua bulan sekali hingga akhirnya mereka putus.
Yang paling membuat saya berkesan adalah adegan di akhir film, di mana waktu telah berlalu bertahun-tahun, mereka kembali dipertemukan oleh takdir. Mereka kembali merajut kasih. Film ini mengajarkan kepada saya, kalau jodoh nggak akan kemana. Nggak peduli udah sejauh apa kamu berjalan, jika memang jodoh, kamu akan kembali bertemu dengan si dia.
2. Avenger: Age of Ultron
Film fiksi besutan Marvel ini jadi film kedua yang membuat saya terkesan. Kenapa bisa terkesan? Nah, setelah menonton film ini, saya merasa film ini komplit. Aksinya ada, keluarganya ada, persahabatannya ada, romantisnya juga ada. Dan semua itu dikemas rapi oleh si sutradara.
3. Kapan Kawin
Dua film sebelumnya dari luar negeri semua. Yang ketiga film Indonesia dong. Sebenarnya waktu nonton ini juga iseng. Temen saya tiba-tiba datang ke kost dan langsung ngajak ke bioskop. Dengan pakaian ala kadarnya, kami berdua pergi ke salah satu bioskop di kota Medan. Awalnya kami nggak berniat menonton film ini, tapi setelah melihat daftar film yang tayang, pilihan kami jatuh ke film garapan Om Ody C. Harahap. Ceritanya, Adinia Wirasti, yang berperan sebagai Dinda, masih belum juga memiliki pendamping di usia yang hampir menginjak 30 tahun. Orangtuanya di Yogyakarta udah pusing mikirin nasib doi, akhirnya mereka memaksa Dinda pulang ke Yogya dengan membawa calon suaminya. Dan seterusnya, dan seterusnya.
Sebenarnya ide film ini sederhana, bisa dengan mudah kita jumpai di lingkungan sekitar. Tapi yang bikin film ini berkesan bagi saya adalah karena melalui film ini saya jadi tersadar, kalau nanti saya juga pasti akan mengalami apa yang dialami Dinda dan itu pasti luar biasa tekanannya. Selain itu, ada nilai kehidupan yang bisa saya ambil, bahwa nggak selamanya kesempurnaan itu mendatangkan kebahagiaan. Intinya adalah kita bisa menerima kondisi kita, nggak memaksakan kehendak, nggak memaksakan diri untuk menjadi seseorang yang bukan saya hanya karena dorongan dari luar. Saya tersentuh, meskipun nggak sampai berlinang air mata. Ya, nggak mungkin juga bisa nangis nonton film komedi.
Nah, jadi 3 film di atas yang menurut saya berkesan bagi saya. Sebenarnya masih ada film lain, tapi yang diminta cuma tiga, ya, udah tiga aja cukup.
3 Film Paling Berkesan.
1. Dear John
Film yang diperankan oleh Channing Tatum dan Amanda Seyfried ini jadi salah satu film yang berkesan bagi saya. Film ini berkisah tentang seorang gadis yang jatuh cinta dengan tentara yang bertugas di wilayah konflik. Awalnya kisah cinta mereka berjalan lancar. Mereka pergi berkencan saat si tentara pulang, saling berkirim surat saat si tentara bertugas. Prahara timbul saat jenuh menyerang si gadis karena mereka hanya berkirim surat dua bulan sekali hingga akhirnya mereka putus.
Yang paling membuat saya berkesan adalah adegan di akhir film, di mana waktu telah berlalu bertahun-tahun, mereka kembali dipertemukan oleh takdir. Mereka kembali merajut kasih. Film ini mengajarkan kepada saya, kalau jodoh nggak akan kemana. Nggak peduli udah sejauh apa kamu berjalan, jika memang jodoh, kamu akan kembali bertemu dengan si dia.
2. Avenger: Age of Ultron
Film fiksi besutan Marvel ini jadi film kedua yang membuat saya terkesan. Kenapa bisa terkesan? Nah, setelah menonton film ini, saya merasa film ini komplit. Aksinya ada, keluarganya ada, persahabatannya ada, romantisnya juga ada. Dan semua itu dikemas rapi oleh si sutradara.
3. Kapan Kawin
Dua film sebelumnya dari luar negeri semua. Yang ketiga film Indonesia dong. Sebenarnya waktu nonton ini juga iseng. Temen saya tiba-tiba datang ke kost dan langsung ngajak ke bioskop. Dengan pakaian ala kadarnya, kami berdua pergi ke salah satu bioskop di kota Medan. Awalnya kami nggak berniat menonton film ini, tapi setelah melihat daftar film yang tayang, pilihan kami jatuh ke film garapan Om Ody C. Harahap. Ceritanya, Adinia Wirasti, yang berperan sebagai Dinda, masih belum juga memiliki pendamping di usia yang hampir menginjak 30 tahun. Orangtuanya di Yogyakarta udah pusing mikirin nasib doi, akhirnya mereka memaksa Dinda pulang ke Yogya dengan membawa calon suaminya. Dan seterusnya, dan seterusnya.
Sebenarnya ide film ini sederhana, bisa dengan mudah kita jumpai di lingkungan sekitar. Tapi yang bikin film ini berkesan bagi saya adalah karena melalui film ini saya jadi tersadar, kalau nanti saya juga pasti akan mengalami apa yang dialami Dinda dan itu pasti luar biasa tekanannya. Selain itu, ada nilai kehidupan yang bisa saya ambil, bahwa nggak selamanya kesempurnaan itu mendatangkan kebahagiaan. Intinya adalah kita bisa menerima kondisi kita, nggak memaksakan kehendak, nggak memaksakan diri untuk menjadi seseorang yang bukan saya hanya karena dorongan dari luar. Saya tersentuh, meskipun nggak sampai berlinang air mata. Ya, nggak mungkin juga bisa nangis nonton film komedi.
Nah, jadi 3 film di atas yang menurut saya berkesan bagi saya. Sebenarnya masih ada film lain, tapi yang diminta cuma tiga, ya, udah tiga aja cukup.
#10DaysKF 4th Day - Pertemuan Pertama dengan Si Dia
Hohohohoho! Ini bener-bener udah telat! Sampai bolong 4 hari! Maklumi, ya, Mon, saya lagi pulang kampung kemarin, agak susah jaringan di sana.
Oke, kita langsung ke cerita aja.
Nah, ini katanya mau cerita tentang pertemuan pertama dengan si dia, tapi ga dijelaskan siapa si dia ini. Jadi saya ambil umum aja. Saya pilih pertemuan pertama dengan salah satu teman yang caranya menurut saya unik. Cuss kita mulai!
Ketemu Abang Itu
Ohohohohoho! Ini kejadian waktu saya masih semester pertama kuliah dulu. Saya pakai kata dulu, bukan berarti lama banget, ya. Itu masih sekitar empat tahun yang lalu, tahun 2012.
Waktu itu, jadwal kuliah saya enggak begitu padat, seminggu cuma empat hari. Selain itu, sehari juga enggak penuh. Jadi waktu saya kebanyakan di kost aja. Dan karena teman sekamar saya jadwalnya padat, saya lebih banyak sendiri di kost.
Nah, jadi hari itu saya kuliah sore, otomatis dari pagi sampai siang saya di kost. Kebetulan, teman sekamar saya juga masih kuliah. Saya sendiri dong, ya. Sebagaimana remaja pada umumnya, saya juga punya rasa penasaran yang tinggi. Termasuk penasaran untuk mencoba salah satu produk krim perontok rambut. Hehehe, hari itu saya lagi pakai krim itu untuk merontokkan rambut di ketiak. Karena rambut yang mau dirontokkan itu di ketiak, udah pasti saya harus mengangkat tangan terus, supaya itu krim bekerja maksimal di ketiak.
Lagi asik menunggu waktu krim itu bereaksi, tiba-tiba pintu kamar diketuk. Itu saya langsung heboh karena saya lagi nggak pakai baju, cuma pakai celana pendek. Terus, masih ada krim itu di ketiak saya. Jadi dengan segera, saya kepit ketiak saya, memberanikan diri membuka pintu dengan kondisi pakaian ala kadarnya. Begitu pintu saya buka, muncullah wajah abang itu dengan rambut agak basah. Iya, waktu itu lagi gerimis.
Saya yang syok, abang itu juga cuek, langsung menyerahkan laptop beserta salinan skripsinya. "Abang titip bentar, ya. Kunci gembok abang ketinggalan di kamar." Setelah bilang itu, abang itu langsung pergi mencari galah (batang kayu panjang yang bisa digunakan untuk meraih sesuatu yang berada di tempat tinggi) yang nantinya digunakannya untuk mengambil kuncinya di dalam kamar. Dengan terampil, abang itu menggunakan galah itu, mencoba meraih kunci melalui lubang di atas pintu.
Sekitar 15 menit kemudian, abang itu berhasil mendapatkan kuncinya. Dengan badan penuh peluh, abang itu balik ke kamar saya, mau mengambil laptop dan salinan skripsinya. Setelah adegan serah terima laptop, abang itu tanya, "namamu siapa?" kujawab, "anu, Bang." Dia mengangguk, bilang terima kasih, setelah itu berlalu dari depan kamar saya.
Saya cek keadaan ketiak saya, mengenaskan. Saya nggak jadi merontokkan rambut ketiak hari itu. Rasanya, ya, kesel, ya, bingung. Campur aduk, deh.
Tapi sejak kejadian itu, kami jadi akrab. abang itu sering main ke kamar saya, saya juga sering main ke kamar abang itu.
Oke, tantangan hari keempat selesai!
Oke, kita langsung ke cerita aja.
Nah, ini katanya mau cerita tentang pertemuan pertama dengan si dia, tapi ga dijelaskan siapa si dia ini. Jadi saya ambil umum aja. Saya pilih pertemuan pertama dengan salah satu teman yang caranya menurut saya unik. Cuss kita mulai!
Ketemu Abang Itu
Ohohohohoho! Ini kejadian waktu saya masih semester pertama kuliah dulu. Saya pakai kata dulu, bukan berarti lama banget, ya. Itu masih sekitar empat tahun yang lalu, tahun 2012.
Waktu itu, jadwal kuliah saya enggak begitu padat, seminggu cuma empat hari. Selain itu, sehari juga enggak penuh. Jadi waktu saya kebanyakan di kost aja. Dan karena teman sekamar saya jadwalnya padat, saya lebih banyak sendiri di kost.
Nah, jadi hari itu saya kuliah sore, otomatis dari pagi sampai siang saya di kost. Kebetulan, teman sekamar saya juga masih kuliah. Saya sendiri dong, ya. Sebagaimana remaja pada umumnya, saya juga punya rasa penasaran yang tinggi. Termasuk penasaran untuk mencoba salah satu produk krim perontok rambut. Hehehe, hari itu saya lagi pakai krim itu untuk merontokkan rambut di ketiak. Karena rambut yang mau dirontokkan itu di ketiak, udah pasti saya harus mengangkat tangan terus, supaya itu krim bekerja maksimal di ketiak.
Lagi asik menunggu waktu krim itu bereaksi, tiba-tiba pintu kamar diketuk. Itu saya langsung heboh karena saya lagi nggak pakai baju, cuma pakai celana pendek. Terus, masih ada krim itu di ketiak saya. Jadi dengan segera, saya kepit ketiak saya, memberanikan diri membuka pintu dengan kondisi pakaian ala kadarnya. Begitu pintu saya buka, muncullah wajah abang itu dengan rambut agak basah. Iya, waktu itu lagi gerimis.
Saya yang syok, abang itu juga cuek, langsung menyerahkan laptop beserta salinan skripsinya. "Abang titip bentar, ya. Kunci gembok abang ketinggalan di kamar." Setelah bilang itu, abang itu langsung pergi mencari galah (batang kayu panjang yang bisa digunakan untuk meraih sesuatu yang berada di tempat tinggi) yang nantinya digunakannya untuk mengambil kuncinya di dalam kamar. Dengan terampil, abang itu menggunakan galah itu, mencoba meraih kunci melalui lubang di atas pintu.
Sekitar 15 menit kemudian, abang itu berhasil mendapatkan kuncinya. Dengan badan penuh peluh, abang itu balik ke kamar saya, mau mengambil laptop dan salinan skripsinya. Setelah adegan serah terima laptop, abang itu tanya, "namamu siapa?" kujawab, "anu, Bang." Dia mengangguk, bilang terima kasih, setelah itu berlalu dari depan kamar saya.
Saya cek keadaan ketiak saya, mengenaskan. Saya nggak jadi merontokkan rambut ketiak hari itu. Rasanya, ya, kesel, ya, bingung. Campur aduk, deh.
Tapi sejak kejadian itu, kami jadi akrab. abang itu sering main ke kamar saya, saya juga sering main ke kamar abang itu.
Oke, tantangan hari keempat selesai!
Friday, January 20, 2017
#10DaysKF 3rd Day - Lima Hal yang Ingin Dicapai Tahun 2017 Ini
Hello! Ini postingan hari ketiga untuk proyek #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge yang di-share oleh akun Twitter @KampusFiksi. Kali ini tantanganny agak nyerempet ke arah masa depan. Bisa jadi semacam resolusi juga.
Emang apa tantangan hari ketiga?
Nah, tantangan hari ini adalaaaaaaaaaaah ... dreng deng deng deeeeeeeeeeeng...
"Sebutkan Lima Hal yang Ingin Kamu Capai di Tahun Ini!"
Hohoho! Berat ceritanya ini, beraaaat! Tapi baiklah, kita bahas satu per satu.
1. Diterima sebagai Mahasiswa Magister di salah satu Universitas di Pulau Jawa
Ahahahaha, sebenarnya ini sudah jadi angan-angan saya sejak kelas 3 SMA. Saya ingin kuliah di Pulau Jawa. Tapi ini Universitas Negeri loh, ya.
Kenapa punya keinginan seperti itu?
Menurut pengamatan saya, sistem belajar di Jawa dan Sumatera berbeda. Kualitas pendidikannya juga. Selain itu, peluang untuk diterima kerja bagi lulusan Universitas di Jawa lebih besar ketimbang lulusan Universitas di Sumatera. Tapi ini menurut kacamata saya yang ga seberapa ini, lho, ya. Kalau ga sesuai dengan pendapat kamu, ya, maklumi aja. Kan setiap orang punya pendapat masing-masing.
Nah, sayangnya, waktu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2012 kemarin, saya ga lolos pilihan pertama maupun kedua. Lolosnya di pilihan ketiga, Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Medan. Alhamdulillah, masih dikasih kesempatan untuk kuliah di Universitas Negeri. Tapi yang namanya keinginan belum terwujud, pasti tetap ada rasa kurang. Maka dari itu, setelah diwisuda bulan oktober tahun 2016 kemarin, saya berniat melanjutkan studi saya ke jenjang Magister di salah satu Universitas Negeri di Pulau Jawa. Doakan, ya!
2. Mendapat Skor TOEFL Lebih dari 500
Ihihihihi, kalau ini, sebenarnya lebih kepada peningkatan kualitas diri. Jadi entah tahun kapan itu, saya pernah ikut TOEFL yang diadakan pihak kampus bekerjasama dengan sebuah lembaga kursus Bahasa Inggris. Hasilnya saya mendapat skor 483. Sangat rendah untuk ukuran mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Maka dari itu, tahun ini saya bertekad untuk mendapat skor TOEFL lebih dari 500.
Apa aja usaha yang telah dilakukan?
Sejauh ini, saya masih mengumpulkan soal-soal TOEFL dari teman yang mengajar Bahasa Inggris khusus TOEFL. Selain itu saya juga memasang software TOEFL di komputer pribadi saya meskipun sampai saat ini belum saya coba karena satu dan lain hal. Tapi setidaknya sudah ada bekal untuk belajar. Lagi, doakan saya, ya!
3. Punya Perut Rata
Badan saya ini cungkring, kaya tripleks, tapi perut saya lumayan berisi, mirip ibu yang mengandung selama tiga bulan. Jadi kalau dilihat sekilas, saya ini terlihat seperti seorang penderita busung lapar. Sebenarnya niat untuk mengecilkan perut ini sudah terbit sejak lama. Tapi sampai sekarang ga terealisasi juga.
Kenapa bisa begitu?
Iya, kesibukan di dunia nyata ini kadang menyita waktu yang tidak sedikit, membuat saya harus putar otak untuk bisa meluangkan waktu untuk berolahraga. Selain itu, saya ini tipe orang yang gampang lapar.
Nah, lo, gampang lapar tapi kok cungkring?
Saya juga ga tau kenapa bisa kaya gitu. Makan saya cukup banyak kok. Ngemil juga jalan terus. Tapi badan ini ga kunjung terisi. Paling hebat, bobot saya itu cuma 58 kilo. Bayangkan seorang laki-laki usia 22 tahun dengan tinggi badan sekitar 165 senti cuma berbobot 58 kilo. Itu bobot paling hebat. Normalnya bobot saya cuma 55 kilo.
Waktu bobot saya berada di 58 kilo, masalah timbul, karena penambahan bobot itu 100% berupa lemak dan itu hanya menumpuk di tiga titik; pipi, perut, dan paha. Jadi kalau bobot saya naik, yang keliatan besar ya cuma tiga bagian itu. Itu sebabnya saya ingin punya perut rata.
Apa aja yang udah kamu lakukan?
Nah, seperti yang saya bilang di atas, saya harus putar otak untuk menyisihkan sebagian waktu saya untuk berolahraga. Alhamdulillah masih bisa tersisih, seminggu bisa satu atau dua kali.
Olahraga apa?
Biasanya saya lari keliling lapangan. Tapi sekarang udah mulai berganti ke pusat kebugaran tubuh. Tujuannya bukan supaya badan saya jadi gede-gede terus pamer badan di media sosial, loh, ya. Saya cuma mau punya perut rata dan juga biar keringat keluar. Kalau sirkulasi tubuh bagus, tubuh jadi sehat, kan. Itu tujuan utamanya. Kalau ternyata badan saya malah terbentuk, saya anggap itu bonus.
4. Mengunjungi Borobudur
Sejak saya SMA, saya mendapat semacam panggilan batin untuk mengunjungi Candi Borobudur. Kalau ditanya apa tujuannya, saya ga tau mau jawab apa. Karena seperti yang saya bilang, ini semacam panggilan batin. Kaya ada sesuatu yang meminta saya untuk datang ke sana. Ya, kali aja di sana saya ketemu jodoh. Siapa tau, kan? Atau ternyata di sana saya bisa menemukan jati diri saya. Pokoknya saya belum bisa jawab kalau belum ke sana. Makanya, doakan saya supaya bisa kuliah S2 di sana, biar poin keempat ini terwujud.
5. Mendapat Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud
Informasi ini saya dapatkan dari teman sekamar saya di kost dulu. Katanya ada beasiswa S2 dari Kemendikbud yang mana setelah selesai kuliah, penerima beasiswa berkesempatan untuk ditempatkan di Universitas di seluruh Indonesia sebagai dosen. Ini sungguh menggiurkan. Jadi setelah kuliah S2, saya bisa dapat kesempatan untuk langsung jadi dosen. Maka dari itu saya berniat untuk mendapatkan beasiswa itu tahun ini. Sekali lagi, doakan saya, yaaaaa!
Udah lima, kan? Udah! Jadi lima hal ini lah yang ingin saya capai tahun ini. Semoga semua bisa tercapai. Amiiiiin!
Emang apa tantangan hari ketiga?
Nah, tantangan hari ini adalaaaaaaaaaaah ... dreng deng deng deeeeeeeeeeeng...
"Sebutkan Lima Hal yang Ingin Kamu Capai di Tahun Ini!"
Hohoho! Berat ceritanya ini, beraaaat! Tapi baiklah, kita bahas satu per satu.
1. Diterima sebagai Mahasiswa Magister di salah satu Universitas di Pulau Jawa
Ahahahaha, sebenarnya ini sudah jadi angan-angan saya sejak kelas 3 SMA. Saya ingin kuliah di Pulau Jawa. Tapi ini Universitas Negeri loh, ya.
Kenapa punya keinginan seperti itu?
Menurut pengamatan saya, sistem belajar di Jawa dan Sumatera berbeda. Kualitas pendidikannya juga. Selain itu, peluang untuk diterima kerja bagi lulusan Universitas di Jawa lebih besar ketimbang lulusan Universitas di Sumatera. Tapi ini menurut kacamata saya yang ga seberapa ini, lho, ya. Kalau ga sesuai dengan pendapat kamu, ya, maklumi aja. Kan setiap orang punya pendapat masing-masing.
Nah, sayangnya, waktu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2012 kemarin, saya ga lolos pilihan pertama maupun kedua. Lolosnya di pilihan ketiga, Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Medan. Alhamdulillah, masih dikasih kesempatan untuk kuliah di Universitas Negeri. Tapi yang namanya keinginan belum terwujud, pasti tetap ada rasa kurang. Maka dari itu, setelah diwisuda bulan oktober tahun 2016 kemarin, saya berniat melanjutkan studi saya ke jenjang Magister di salah satu Universitas Negeri di Pulau Jawa. Doakan, ya!
2. Mendapat Skor TOEFL Lebih dari 500
Ihihihihi, kalau ini, sebenarnya lebih kepada peningkatan kualitas diri. Jadi entah tahun kapan itu, saya pernah ikut TOEFL yang diadakan pihak kampus bekerjasama dengan sebuah lembaga kursus Bahasa Inggris. Hasilnya saya mendapat skor 483. Sangat rendah untuk ukuran mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Maka dari itu, tahun ini saya bertekad untuk mendapat skor TOEFL lebih dari 500.
Apa aja usaha yang telah dilakukan?
Sejauh ini, saya masih mengumpulkan soal-soal TOEFL dari teman yang mengajar Bahasa Inggris khusus TOEFL. Selain itu saya juga memasang software TOEFL di komputer pribadi saya meskipun sampai saat ini belum saya coba karena satu dan lain hal. Tapi setidaknya sudah ada bekal untuk belajar. Lagi, doakan saya, ya!
3. Punya Perut Rata
Badan saya ini cungkring, kaya tripleks, tapi perut saya lumayan berisi, mirip ibu yang mengandung selama tiga bulan. Jadi kalau dilihat sekilas, saya ini terlihat seperti seorang penderita busung lapar. Sebenarnya niat untuk mengecilkan perut ini sudah terbit sejak lama. Tapi sampai sekarang ga terealisasi juga.
Kenapa bisa begitu?
Iya, kesibukan di dunia nyata ini kadang menyita waktu yang tidak sedikit, membuat saya harus putar otak untuk bisa meluangkan waktu untuk berolahraga. Selain itu, saya ini tipe orang yang gampang lapar.
Nah, lo, gampang lapar tapi kok cungkring?
Saya juga ga tau kenapa bisa kaya gitu. Makan saya cukup banyak kok. Ngemil juga jalan terus. Tapi badan ini ga kunjung terisi. Paling hebat, bobot saya itu cuma 58 kilo. Bayangkan seorang laki-laki usia 22 tahun dengan tinggi badan sekitar 165 senti cuma berbobot 58 kilo. Itu bobot paling hebat. Normalnya bobot saya cuma 55 kilo.
Waktu bobot saya berada di 58 kilo, masalah timbul, karena penambahan bobot itu 100% berupa lemak dan itu hanya menumpuk di tiga titik; pipi, perut, dan paha. Jadi kalau bobot saya naik, yang keliatan besar ya cuma tiga bagian itu. Itu sebabnya saya ingin punya perut rata.
Apa aja yang udah kamu lakukan?
Nah, seperti yang saya bilang di atas, saya harus putar otak untuk menyisihkan sebagian waktu saya untuk berolahraga. Alhamdulillah masih bisa tersisih, seminggu bisa satu atau dua kali.
Olahraga apa?
Biasanya saya lari keliling lapangan. Tapi sekarang udah mulai berganti ke pusat kebugaran tubuh. Tujuannya bukan supaya badan saya jadi gede-gede terus pamer badan di media sosial, loh, ya. Saya cuma mau punya perut rata dan juga biar keringat keluar. Kalau sirkulasi tubuh bagus, tubuh jadi sehat, kan. Itu tujuan utamanya. Kalau ternyata badan saya malah terbentuk, saya anggap itu bonus.
4. Mengunjungi Borobudur
Sejak saya SMA, saya mendapat semacam panggilan batin untuk mengunjungi Candi Borobudur. Kalau ditanya apa tujuannya, saya ga tau mau jawab apa. Karena seperti yang saya bilang, ini semacam panggilan batin. Kaya ada sesuatu yang meminta saya untuk datang ke sana. Ya, kali aja di sana saya ketemu jodoh. Siapa tau, kan? Atau ternyata di sana saya bisa menemukan jati diri saya. Pokoknya saya belum bisa jawab kalau belum ke sana. Makanya, doakan saya supaya bisa kuliah S2 di sana, biar poin keempat ini terwujud.
5. Mendapat Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud
Informasi ini saya dapatkan dari teman sekamar saya di kost dulu. Katanya ada beasiswa S2 dari Kemendikbud yang mana setelah selesai kuliah, penerima beasiswa berkesempatan untuk ditempatkan di Universitas di seluruh Indonesia sebagai dosen. Ini sungguh menggiurkan. Jadi setelah kuliah S2, saya bisa dapat kesempatan untuk langsung jadi dosen. Maka dari itu saya berniat untuk mendapatkan beasiswa itu tahun ini. Sekali lagi, doakan saya, yaaaaa!
Udah lima, kan? Udah! Jadi lima hal ini lah yang ingin saya capai tahun ini. Semoga semua bisa tercapai. Amiiiiin!
Thursday, January 19, 2017
#10DaysKF 2nd Day - Tiga Hal yang Bisa Membuat Histeris
Oke, oke, saya ngebut untuk tantangan hari kedua dari rangkaian proyek #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge soalnya saya terlambat memulai tantangan di hari pertama. Akan saya jelaskan sedikit. Jadi, kalau peserta ga bisa posting tulisannya di hari H, ga masalah. Tapi untuk hari berikutnya si peserta wajib posting dua tulisan, bayar utanglah istilahnya. Jadi karena saya telat, hari ini saya mesti buat tulisan untuk hari pertama dan kedua.
Nah, hari kedua ini agak cerita yang jauh dari cinta-cintaan, ga kaya tantangan di hari pertama.
Emang apaan?
Nah, tantangan di hari kedua ini adalah ... jeng jeng jeeeeeeeeeeng...
#2 Challenge - Sebutkan Tiga Hal yang Kemungkinan Akan Membuatmu Histeris
Hehehehe, cerita histeris kita, ya. Hmm, sebenernya hampir ga ada, sih yang bisa bikin saya histeris. Posting ini aja pake acara mikir sepuluh keliling. Soalnya sekarang hidup saya datar-datar aja. Ga ada naik turunnya. Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, ternyata ada. Oke, kita bahas.
1. Iklan Tayangan Film Harry Potter
Ihihihihi, ini kejadian jauh sebelum Negara Api menyerang, jaman saya masih SD-SMP, sekitar tahun 2003-2009. Jadi di masa itu, kepemilikan laptop dan perangkat sejenisnya belum seluas sekarang. Maka dari itu satu-satunya sarana untuk menonton film box office itu, ya, cuma lewat televisi.
Nah, saya itu salah satu penggemar film Harry Potter. Berbekal informasi terbaru tentang film Harry Potter dari salah satu majalah anak-anak, saya makin menggandrungi film ini. Sayangnya, film Harry Potter dulu jarang banget ditayangkan di televisi. Bisa jadi satu tahun itu cuma tayang dua kali, cuma waktu liburan semester ganjil dan semester genap (juni dan desember). Karena langka inilah, setiap melihat iklan tayangan film Harry Potter di televisi, saya akan teriak-teriak ga jelas, mirip abege labil yang teriak ke penyanyi idolanya waktu konser. Saya ga teriak sendirian, kok. Adik saya juga ikutan teriak. Orangtua saya cuma bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah kami.
2. Kecoak
Saya punya kenangan buruk dengan hewan imut yang satu ini. Jadi, suatu malam, saya pernah tidur dalam keadaan lampu ruang kamar dimatikan. Entah jam berapa, saya tersadar karena merasa sesuatu yang berkaki banyak sedang berkeliaran di dalam baju saya. Otomatis saya terbangun dan langsung heboh. Tapi anehnya begitu lampu kamar saya nyalakan, hewan imut itu ga ada. Terus kenapa saya bisa tau kalau itu kecoak? Nah, lain waktu kecoak pernah singgah lagi di tubuh saya. Kali ini bagian kaki dan rasanya sama seperti malam itu. Jadi saya menyimpulkan kalau kecoaklah tersangka pada malam itu.
Setelah kejadian itu, saya jadi geli dengan kecoak. Pokonya kalau tiba-tiba muncul kecoak, bawaannya pengen teriak aja. Apalagi kalau kecoaknya terbang, Ya Allah, tolong! Saya bakalan ngibrit mencari pertolongan.
3. Tukang Copet
Kejadian ini terjadi hampir dua tahun yang lalu. Waktu itu saya dan teman saya sedang berkeliling kota dengan sepeda motor. Saya dibonceng teman saya. Setelah lama berkeliling, kami mulai masuk ke gang-gang sempit sampai akhirnya tersesat. Thanks to gugel mep, kami bisa memetakan jalan pulang.
Karena ga kenal lingkungan sekitar, saya di boncengan fokus ke smartphone (sp) saya supaya ga sampai salah jalan dan tersesat. Sp saya pegang pakai tangan kanan. Nah, tiba di jalanan yang sepi, tiba-tiba aja ada orang yang menarik sp dari tangan saya. Syukur alhamdulillah, pegangan saya di sp itu kuat, jadi sp saya ga sampai terlepas dari tangan saya. Jadi terjadilah adegan tarik menarik sp antara saya dan si pencopet. Selagi kegiatan tarik menarik berlangsung, saya berteriak ga karuan. Ga lama, sih, adegan tarik menarik ini. Tapi yang hebatnya, teman saya ga tau kalau saya hampir dirampok. Dan yang lebih hebatnya lagi, tangan saya memar cuma gara-gara adegan tarik menarik sp itu. Beruntung teman saya itu tau sedikit tentang dunia per-urat-an. Jadi sepulang dari sana, tangan saya langsung diurut sehingga ga sampai bengkak.
Hmm, kira-kira, tiga hal di atas lah yang akan membuat saya histeris. Kamu punya pengalaman lain? Atau pengalaman kita sama? Mari bagi di kolom komentar!
Nah, hari kedua ini agak cerita yang jauh dari cinta-cintaan, ga kaya tantangan di hari pertama.
Emang apaan?
Nah, tantangan di hari kedua ini adalah ... jeng jeng jeeeeeeeeeeng...
#2 Challenge - Sebutkan Tiga Hal yang Kemungkinan Akan Membuatmu Histeris
Hehehehe, cerita histeris kita, ya. Hmm, sebenernya hampir ga ada, sih yang bisa bikin saya histeris. Posting ini aja pake acara mikir sepuluh keliling. Soalnya sekarang hidup saya datar-datar aja. Ga ada naik turunnya. Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, ternyata ada. Oke, kita bahas.
1. Iklan Tayangan Film Harry Potter
Ihihihihi, ini kejadian jauh sebelum Negara Api menyerang, jaman saya masih SD-SMP, sekitar tahun 2003-2009. Jadi di masa itu, kepemilikan laptop dan perangkat sejenisnya belum seluas sekarang. Maka dari itu satu-satunya sarana untuk menonton film box office itu, ya, cuma lewat televisi.
Nah, saya itu salah satu penggemar film Harry Potter. Berbekal informasi terbaru tentang film Harry Potter dari salah satu majalah anak-anak, saya makin menggandrungi film ini. Sayangnya, film Harry Potter dulu jarang banget ditayangkan di televisi. Bisa jadi satu tahun itu cuma tayang dua kali, cuma waktu liburan semester ganjil dan semester genap (juni dan desember). Karena langka inilah, setiap melihat iklan tayangan film Harry Potter di televisi, saya akan teriak-teriak ga jelas, mirip abege labil yang teriak ke penyanyi idolanya waktu konser. Saya ga teriak sendirian, kok. Adik saya juga ikutan teriak. Orangtua saya cuma bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah kami.
2. Kecoak
Saya punya kenangan buruk dengan hewan imut yang satu ini. Jadi, suatu malam, saya pernah tidur dalam keadaan lampu ruang kamar dimatikan. Entah jam berapa, saya tersadar karena merasa sesuatu yang berkaki banyak sedang berkeliaran di dalam baju saya. Otomatis saya terbangun dan langsung heboh. Tapi anehnya begitu lampu kamar saya nyalakan, hewan imut itu ga ada. Terus kenapa saya bisa tau kalau itu kecoak? Nah, lain waktu kecoak pernah singgah lagi di tubuh saya. Kali ini bagian kaki dan rasanya sama seperti malam itu. Jadi saya menyimpulkan kalau kecoaklah tersangka pada malam itu.
Setelah kejadian itu, saya jadi geli dengan kecoak. Pokonya kalau tiba-tiba muncul kecoak, bawaannya pengen teriak aja. Apalagi kalau kecoaknya terbang, Ya Allah, tolong! Saya bakalan ngibrit mencari pertolongan.
3. Tukang Copet
Kejadian ini terjadi hampir dua tahun yang lalu. Waktu itu saya dan teman saya sedang berkeliling kota dengan sepeda motor. Saya dibonceng teman saya. Setelah lama berkeliling, kami mulai masuk ke gang-gang sempit sampai akhirnya tersesat. Thanks to gugel mep, kami bisa memetakan jalan pulang.
Karena ga kenal lingkungan sekitar, saya di boncengan fokus ke smartphone (sp) saya supaya ga sampai salah jalan dan tersesat. Sp saya pegang pakai tangan kanan. Nah, tiba di jalanan yang sepi, tiba-tiba aja ada orang yang menarik sp dari tangan saya. Syukur alhamdulillah, pegangan saya di sp itu kuat, jadi sp saya ga sampai terlepas dari tangan saya. Jadi terjadilah adegan tarik menarik sp antara saya dan si pencopet. Selagi kegiatan tarik menarik berlangsung, saya berteriak ga karuan. Ga lama, sih, adegan tarik menarik ini. Tapi yang hebatnya, teman saya ga tau kalau saya hampir dirampok. Dan yang lebih hebatnya lagi, tangan saya memar cuma gara-gara adegan tarik menarik sp itu. Beruntung teman saya itu tau sedikit tentang dunia per-urat-an. Jadi sepulang dari sana, tangan saya langsung diurut sehingga ga sampai bengkak.
Hmm, kira-kira, tiga hal di atas lah yang akan membuat saya histeris. Kamu punya pengalaman lain? Atau pengalaman kita sama? Mari bagi di kolom komentar!
#10DaysKF 1st Day - Kekasih Idaman Hati
Ahahahahahahahaha!
Asli seriusan ini proyek bener-bener saya ikuti karena iseng. Nama proyeknya #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge yang dimulai dari tanggal 18 sampai 27 Januari 2017. Awalnya info ini di-share oleh salah satu teman di grup Line #Bloggers' Challenge. Setelah baca-baca dikit di akun Twitter @KampusFiksi, jadi tertarik untuk ikutan. Apalagi ini cuma sepuluh hari. Kenapa engga, ya, kan?
Okelah, jadi kita mulai di tantangan hari pertama (yang baru bisa saya mulai di subuh hari kedua, lanjut ke malamnya lagi).
#1 Challenge - Jelaskan Bagaimana Tipe Kekasih yang Kamu Dambakan!
Ihihihihihi, kira-kira si Momon ini jomblo atau udah punya pasangan, ya? Kepo banget sama kekasih idaman orang. Atau ini salah satu siasat Momon untuk ajang mencari jodoh? Entahlah.
Baik, kalau cerita tipe kekasih idaman, saya membaginya menjadi dua, yang pertama secara fisik, dan yang kedua secara kepribadian. Mari masuk ke bagian pertama.
Fisik Kekasih Idaman
Nah, kalau cerita fisik, saya bukan termasuk pemilih, kok. Tapi, ya, ga semua tipe diembat juga.
Jadi gimana fisik kekasih idaman saya?
Kekasih idaman saya itu yang pasti pertama harus punya warna kulit cerah, setidaknya lebih cerah dari saya yang gosong ini. Yang kedua, beliau ini punya ciri yang menyerupai etnis selain pribumi seperti Tionghoa atau barat, ga peduli beliau beneran orang Tionghoa/barat atau bukan. Ketiga, punya postur tubuh yang biasa, maksudnya, ga terlalu tinggi dan ga terlalu pendek, ga terlalu gemuk dan ga terlalu kurus.
Udah, dari fisik itu aja, sih.
Nah, di bagian kedua, kita bahas secara kepribadian.
Kepribadian Kekasih Idaman
Saya mau, kekasih saya nantinya mampu mendekatkan saya ke Yang Maha Kuasa. Mendekatkan dalam artian mau saling mengingatkan, mau saling membenarkan. Selain itu yang ga kalah penting, jelas, beliau ini mau menerima diri saya apa adanya. Mau fisiknya jempolan juga kalau ga mau nerima saya percuma, kan?
Baiklah, itu aja tipe kekasih idaman versi saya. Lanjut ke tantangan berikutnya!
Asli seriusan ini proyek bener-bener saya ikuti karena iseng. Nama proyeknya #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge yang dimulai dari tanggal 18 sampai 27 Januari 2017. Awalnya info ini di-share oleh salah satu teman di grup Line #Bloggers' Challenge. Setelah baca-baca dikit di akun Twitter @KampusFiksi, jadi tertarik untuk ikutan. Apalagi ini cuma sepuluh hari. Kenapa engga, ya, kan?
Okelah, jadi kita mulai di tantangan hari pertama (yang baru bisa saya mulai di subuh hari kedua, lanjut ke malamnya lagi).
#1 Challenge - Jelaskan Bagaimana Tipe Kekasih yang Kamu Dambakan!
Ihihihihihi, kira-kira si Momon ini jomblo atau udah punya pasangan, ya? Kepo banget sama kekasih idaman orang. Atau ini salah satu siasat Momon untuk ajang mencari jodoh? Entahlah.
Baik, kalau cerita tipe kekasih idaman, saya membaginya menjadi dua, yang pertama secara fisik, dan yang kedua secara kepribadian. Mari masuk ke bagian pertama.
Fisik Kekasih Idaman
Nah, kalau cerita fisik, saya bukan termasuk pemilih, kok. Tapi, ya, ga semua tipe diembat juga.
Jadi gimana fisik kekasih idaman saya?
Kekasih idaman saya itu yang pasti pertama harus punya warna kulit cerah, setidaknya lebih cerah dari saya yang gosong ini. Yang kedua, beliau ini punya ciri yang menyerupai etnis selain pribumi seperti Tionghoa atau barat, ga peduli beliau beneran orang Tionghoa/barat atau bukan. Ketiga, punya postur tubuh yang biasa, maksudnya, ga terlalu tinggi dan ga terlalu pendek, ga terlalu gemuk dan ga terlalu kurus.
Udah, dari fisik itu aja, sih.
Nah, di bagian kedua, kita bahas secara kepribadian.
Kepribadian Kekasih Idaman
Saya mau, kekasih saya nantinya mampu mendekatkan saya ke Yang Maha Kuasa. Mendekatkan dalam artian mau saling mengingatkan, mau saling membenarkan. Selain itu yang ga kalah penting, jelas, beliau ini mau menerima diri saya apa adanya. Mau fisiknya jempolan juga kalau ga mau nerima saya percuma, kan?
Baiklah, itu aja tipe kekasih idaman versi saya. Lanjut ke tantangan berikutnya!
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tentang Moody
Halo pembaca kece! Di postingan kali ini, aku ditantang sama Kak Rina untuk menceritakan tentang tanggapanku terhadap seseorang yang mo...
-
Ahoooooooy! Uy! Penulis mau cerita-cerita ini, masih dalam proyek #Bloggers' Challenges kok. Tentang apa? Nah, si Nadya menantang p...
-
Halo Pembaca Kece! Aku balik lagi dengan proyek BC alias Bloggers’ Challenge . Kali ini topik diajukan oleh Mbak Vera, member baru ABC ...
-
Konnichiwa! Penulis ga jelas balik lagi. Di postingan kali ini, Penulis mau bahas tentang karya tulis paling fenomenal sepanjang masa, ...


