Tuesday, November 21, 2017

5 Karakter Film dan Anime Idolaku

Halo Pembaca Kece!

Di postingan kali ini, topik ke-60 BC, aku mau cerita tentang tokoh-tokoh favorit aku di beberapa film dan anime yang pernah aku tonton. Topik ini dari aku sendiri. Sengaja sih, soalnya topik sebelumnya bahas hal berat mulu. Adek kan lelah, ahahahaha…

Selain memasak, aku juga suka nonton. Awalnya cuma nonton program televisi, entah itu film atau kartun, lalu beranjak ke nonton film ke bioskop. Ngga sering sih. Paling engga, dulu waktu SMA, sebulan atau dua bulan sekali pasti mampir ke bioskop.

Tamat SMA terus hijrah ke Medan, bisa dibilang aku hampir ngga pernah mampir ke bioskop padahal ngga sedikit bioskop yang ada di Medan. Seingat aku, selama 5 tahun aku berguling cantik di jalanan Kota Medan, aku cuma pernah 3 kali ke bioskop. Itupun karena diajak si Amru.

Bukan tanpa alasan, sih. Waktu SMA aku masih tinggal sama Ummi Abi. Tiap mau “jalan” bisa minta uang jajan sama mereka. Nah, semenjak hijrah, nominal uang dikasih patokan, terbatas. Dan memang aku mintanya ngepas banget. Alhasil aku harus rela ngga menjalang ke tempat-tempat yang bisa mengosongkan sakuku dalam sekejap.

Beruntung, aku punya kawan kaya Wawan dan Amru. Dari mereka aku kenal dengan dunia per-download-an film dan anime. Mereka yang ngajarin cara mengunduh film atau anime dengan software Torrent. Hasilnya, laptopku penuh dengan film yang bisa kapan aja aku tonton. Sekarang giliran aku yang bingung karena kapasitas penyimpanan di laptop udah nyaris abis, tapi mau hapus film sayang. Mau beli harddisk eksternal juga ngga punya uang lebih. Miris. Eh, kok malah curhat?! Udah deh, ini tokoh yang aku suka!


5 Tokoh Kesukaanku


Baymax

Baymax memeluk Hiro
www.ohmy.disney.com
Kalau kamu pecinta film animasi, pasti kenal dengan tokoh yang satu ini. Iya, Baymax, robot gendut berwarna putih yang merupakan robot asisten kesehatan pribadi ciptaan Tadashi Hamada dalam film Big Hero 6 yang dirilis tahun 2014. Sayangnya, Tadashi meninggal di awal cerita, membuat adiknya, Hiro Hamada, depresi akut. Di tengah masa beratnya itu, Baymax muncul, membangkitkan kembali semangat Hiro untuk melanjutkan hidupnya.

Yang aku suka dari Baymax adalah kepolosannya, karena doi robot yang akan merespon sesuai dengan pengaturan programnya. Selain itu, postur tubuhnya yang bongsor juga bikin gemes. Dan hal yang bikin aku pengen banget punya robot yang kaya Baymax adalah karena doi suka memeluk, jadi aku ngga perlu ngemis pelukan dari manusia waktu aku butuh. Cukup Baymax.


Doraemon

Doraemon dan Dorayaki
www.123emoji.com
Tokoh utama di film kartun maupun serial bertajuk sama ini pasti dikenal seantero Indonesia, terutama mereka yang lahir di tahun 90-an. Aku selalu nunggu serial kartun ini tayang di salah satu stasiun televisi swasta setiap minggu pagi. Ngga perlu cerita banyak tentang kartun ini karena pasti banyak yang udah tau.

Aku suka Doraemon karena doi punya kantong ajaib yang berisi peralatan canggih dari abad 22 yang biasa digunakan untuk membantu Nobita dalam menghadapi setiap masalah. Bersama dengan Doraemon, aku seperti diajak bermimpi tentang masa depan, terus balik ke masa kecil di mana semuanya terasa mudah, saat jatuh, yang terluka cuma lutut, bukan hati.


Toothless

Imutnya Toothless
www.1d4chan.org
Yang suka sama film How to Train Your Dragon mana suaranya?! Kalian pasti kenal Toothles alias Si Ompong dong, ya? Toothless ini naga peliharaan Hiccup. Doi memberi nama ompong karena awalnya doi ngeliat Toothless ini ngga punya gigi. Padahal giginya Toothles itu tipe gigi yang bisa disembunyikan, cuma muncul di saat tertentu aja.

Aku suka liat ekspresi Toothless waktu lagi main bareng Hiccup, lidahnya melet-melet, matanya gede, adorable, kaya anak anjing. Jadi pengen punya satu, yang kecil aja untuk jadi teman di kamar, hehe.


Hermione

Cewek cerdas ini adalah salah satu tokoh utama di novel dan film seri Harry Potter. Ia merupakan sahabat Harry yang biasanya sangat membantu dalam setiap pemecahan masalah yang dihadapi Harry dan teman-temannya.

Aku kagum dengan tokoh ini karena hobinya, yakni membaca. Kemana-kemana bawa buku, baca. Bukan buku novel, tapi buku pelajaran. Aku berharap bisa kaya doi.


Sorata Kanda

Sorata dan Hikari yang Kawaii
www.myanimelist.cdn-dena.com
Kalau di animenya, Sakurasou no Pet na Kanojo atau Gadis Peliharaan di Asrama Sakura, nama si Sorata ini Kanda Sorata, karena memang penulisan nama di Jepang itu dimulai dari nama keluarga dulu lalu diikuti nama aslinya. Doi adalah seorang siswa SMA di SMA Suimei yang merupakan SMA yang memiliki divisi seni. Sorata digambarkan sebagai siswa yang tidak memiliki kemampuan istimewa seperti teman asramanya yang lain, dan itu membuatnya cukup tertekan.

Aku melihat diriku ada di dalam sosok Sorata. Di antara teman-temanku, aku merasa ngga punya sesuatu yang menjadi keahlianku. Dalam seni lemah, eksakta juga ala kadarnya, olahraga apalagi, ilmu sosial ngga usah ditanya. Karena merasa senasib sepenanggungan itulah makanya aku suka dengan karakter Sorata. Ada satu hal sih yang membedakan antara aku dan Sorata. Di episode-episode terakhir, Sorata akhirnya mengetahui apa yang diinginkannya dan berusaha untuk terus mengembangkan dirinya di bidang itu. Sedangkan aku, sampai saat ini belum menemukan di mana sebenarnya passion-ku.


Nah, mungkin 5 karakter ini aja yang bisa aku jabarkan di sini karena memang empat karakter ini cukup kena di hati. Ceilah! Aku selesai!

Monday, November 13, 2017

Menunggu atau Ditunggu?

Halo pembaca kece!

Aku mau bahas tentang tunggu-menunggu nih! Topik BC ke-59 ini diajukan oleh Syirah, ABC yang paling terakhir gabung. Si Syirah mau tau, kira-kira ABC lebih suka menunggu atau ditunggu. Oke, ini jawaban aku.


Menunggu atau Ditunggu?

Ada pepatah berbunyi, pekerjaan yang paling tidak menyenangkan adalah menunggu. Iya, menunggu memang ngga menyenangkan. Apalagi jika itu terkait dengan hal yang penting. Beberapa ada yang sadar kalau menunggu itu ngga enak, maka dari itu dia berusaha datang tepat waktu agar orang lain ngga merasakan ngga enaknya menunggu. Tapi ada juga yang karena tau ngga enaknya menunggu, memilih datang saat orang yang berjanji dengannya sudah ada di tempat janjian, dengan kata lain, membiarkan orang lain menunggunya.

Menunggu
www.capslocknet.com
Aku secara pribadi ngga suka menjadi orang yang menunggu ataupun yang ditunggu. Aku lebih suka jika dua orang yang berjanji untuk bertemu di tempat tertentu itu datang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, jadi ngga ada yang menunggu dan yang ditunggu.

Tapi namanya juga manusia, pasti ngga lepas dari namanya salah. Entah itu salah karena dirinya sendiri, atau karena situasi yang membuatnya salah. Tapi salah satu dosenku pernah bilang, situasi ngga akan bikin kita salah, selagi kita bisa menyiasatinya. Misalnya, kita janjian dengan teman di tempat yang jika ditempuh dengan sepeda motor, memakan waktu sekitar setengah jam. Nah, jika memang kita orang yang bisa menyiasati situasi, kita akan datang 45 menit atau satu jam sebelum waktu janjian, karena kita ngga tau apa yang akan kita hadapi di jalan nanti. Bisa macet, ban bocor, kecelakaan, dan sebagainya. Jika kita berangkat lebih cepat, mau macet juga kita bisa datang tepat waktu, atau jika macet parah, hanya bikin kita terlambat sekian menit.

Aku ngga suka menunggu, apalagi jika janjian di tempat yang ramai karena aku akan merasa seperti orang bodoh yang ngga tau mau ngapain. Aku sebenernya juga ngga suka jadi orang yang ditunggu, soalnya bakalan diketerin, bolak-balik dihubungi, disuruh cepat. Tapi karena aku lebih ngga suka menunggu, biasanya aku berangkat dengan waktu yang mepet banget, jadi kalau ada kendala sedikit aja di jalan, ya terlambat.

Cuma seiring makin tingginya umur yang menuntut untuk bisa tepat waktu, sekarang aku lagi belajar untuk ngga berangkat dengan waktu yang mepet banget dengan waktu janjian. Salah satu contohnya, sekarang berangkat kuliahnya 20 atau 30 menit sebelum perkuliahan di mulai, jadi seengganya 5 atau 10 menit sebelum perkuliahan aku udah di kelas walaupun isinya baru 3-4 orang. Doain aja deh ini ngga hanya bertahan sebulan-dua bulan tapi seterusnya.


Nah, ini pendapatku tentang menunggu atau ditunggu. Beres, ya, Syirah!

Monday, November 6, 2017

BC#58 Cara Mendapatkan Teman Baru

Halo pembaca kece!

Kali ini aku mau bagi-bagi tips tentang bagaimana cara mendapatkan teman baru dan cara mengakrabkan diri dengannya. Tenang aja, postingan ini masih berhubungan dengan BC kok. Topik ke-58 ini dari Fetty yang masih juga anggota baru ABC.

Namanya juga manusia, pasti membutuhkan yang namanya bantuan orang lain, entah itu didapatkan dengan membayar jasa atau dengan cuma-cuma berdasarkan hubungan pertemanan atau kekeluargaan. Nah, hubungan pertemanan ini berbeda dengan hubungan kekeluargaan yang didapat melalui hubungan darah. Hubungan pertemanan bisa didapat melalui beberapa faktor, diantaranya karena berada pada lokasi yang sama, memiliki kesamaan latar belakang atau riwayat hidup, memiliki hobi yang sama, rasa nyaman, dan faktor lain.

Lantas bagaimana jika kita berada pada lingkungan baru, ngga ada kenal dengan seorangpun di situ. Harus berusaha untuk berhubungan dengan orang baru dong, ya? Iya, harus. Kecuali kalau kamu di hutan, ngga ada orang lain selain kamu, baru deh kamu ngga harus membina hubungan baru dengan manusia.

Di sini aku mau bagi beberapa cara yang pernah aku praktikkan saat mencoba berteman dengan orang baru. Kamu ngga harus mengikuti semua cara ini karena belum tentu berhasil juga di kamu. Kalau di aku sih selama ini manjur. Oke, kita kupas satu-satu ya!


Ngobrol

Ngobrol
www.segiempat.com
Yup! Hal kedua yang aku lakukan setelah berkenalan adalah dengan mengobrol. Intensitasnya tergantung seberapa sering kami bertemu. Misalnya ini tetangga sebelah, kemungkinan kami untuk bertemu pasti lebih sering. Otomatis intensitas ngobrol kami juga meningkat. Nah, supaya obrolah berjalan menyenangkan, biasanya aku akan menyesuaikan topik dengan hal-hal yang ‘nyambung’ di kedua pihak. Misalnya, kami punya hobi yang sama, maka topik pembicaraan di awal perkenalan akan membahas seputar hobi kami. Atau jika dia punya ketertarikan terhadap sesuatu yang aku tau, aku akan berusaha agar kami membahas sesuatu itu.


Chatting Melalui Media Sosial

Chatting
www.zoho.com
Nah, langkah berikutnya, udah bisalah kami tukar-tukaran kontak di media sosial, entah itu Facebook, Instagram, atau aplikasi chatting semacam Whatsapp dan Line. Nah, di tahap ini, kami akan saling menggali informasi tentang diri lawan bicara. Itupun kalau dia mau. Kalau komunikasi hanya berlangsung satu arah, biasanya aku akan segera mengakhiri obrolan karena merasa kalau si lawan bicara ngga tertarik untuk berteman denganku. Aku sih ngga berharap banyak saat pertama kali membuka jalan pertemanan. Kalau dia mau, ya ayok. Ngga mau, ya ga masalah.


Menjalankan Hobi Bersama

Nah, kalau udah cukup dekat, aku ngga akan segan untuk mengajak atau diajak menjalankan hobi kami bersama-sama. Misalnya kami punya ketertarikan yang sama terhadap segala hal berbau Jepang, maka saat ada festival atau acara yang berhubungan dengan Jepang, aku akan mengajaknya menghadiri acara tersebut. Atau jika kami sama-sama suka nonton film, aku akan mengajaknya untuk internetan bareng, mengunduh film terbaru, kemudian nonton bareng di suatu tempat.

Cari hobi bareng
www.infoglobalkita.com
Ada hal yang menjadi faktor penentu apakah perkenalan kami bisa beranjak ke hubungan pertemanan atau ngga. Pertama, supel. Ngga bisa dipungkiri, orang yang supel adalah orang yang gampang untuk diajak berteman. Untuk itu, jika orang baru itu supel, aku ngga akan segan untuk berteman dengannya. Tapi aku juga ngga suka kalau orang itu terlalu supel. Orang yang terlalu supel biasanya tingkat percaya dirinya tinggi, sedangkan aku sendiri engga. Maka dari itu, kadang merasa ngga nyaman kalau dekat dengan orang seperti ini.

Kedua, easy going. Iya, orang itu mesti gampang diajak jalan. Kan ngga mungkin ngobrol di kamar/rumah terus, butuh suasana baru dong, ya. Entah itu ke tempat makan, atau ke acara/festival apa gitu. Kalau dia orangnya super sibuk sampai ngga bisa diajak kemana-kemana, ya kemungkinan sih hubungan pertemanan kami biasa aja, ngga jadi dekat.

Oke, ini tips berteman dengan orang baru dari aku. Sederhana kok, karena sebenarnya aku sendiri kalau berteman itu mengalir mengikuti alur, ngga pakai rumus atau tips segala. Tulisan ini juga aku buat setelah aku mikir. Kalau di kehidupan nyata, ngga tau, ya, aku ngga ambil andil penuh untuk berteman. Biasanya itu terjadi begitu aja. Kecuali kalau udah saling mengenal, aku akan mulai memperhitungkan baik-buruknya hubungan pertemanan kami ke depannya. Kalau menurutku baik, aku lanjut, kalau ngga baik, biasanya aku akan mundur perlahan, menjadi teman yang sangat biasa aja, ngga baper.

Nah, gimana dengan kamu? Sama kaya aku juga? Kayanya sih ngga mungkin. Makanya, ngga usah segan untuk bagi cerita di kolom komentar. Ditunggu, ya!

Wednesday, October 25, 2017

Apa Ketakutan Terbesarmu?

Halo Pembaca Kece!

Postingan kali ini masih akan tetap membahas tentang topik-topik yang berkaitan dengan Bloggers' Challenge. Topik kali ini yang mengajukan Kak Rina yang juga member baru ABC. Uuuuuh rame banget BC sekarang! Oke, jadi Kak Rina pengen para ABC menceritakan tentang ketakutan terbesar kami dalam hidup. Nah, lho! Kak Rina ini baru datang langsung nagih cerita tentang ketakutan. Ngga perlu berpanjang lebar, aku kasih tau aja, ya.

Ketakutan Terbesarku

Jika orang lain ditanya tentang apa ketakutan terbesarnya, beberapa mungkin akan menjawab kematian, kegelapan, hantu, atau hewan mengerikan. Maklum, dong, setiap orang kan punya ketakutannya sendiri. Sama halnya denganku. Jika ada orang yang bertanya kepadaku tentang hal yang paling aku takutkan, maka aku akan menjawab, berkomitmen. Berkomitmen seperti apa? Berkomitmen yang aku maksud adalah komitmen yang berhubungan tentang asmara, percintaan, pernikahan, dan sejenisnya.

Cincin
Iya, aku takut menjalin hubungan yang serius dengan orang lain. Ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini. Pertama, pengalaman yang kurang menyenangkan. Dulu aku pernah ditipu oleh teman sendiri. Dia menyapaku dengan akun palsu demi membongkar rahasiaku, kemudian menjadikan hal tersebut senjata untuk menyerangku. Ada sesuatu yang robek setelah itu, kepercayaan. Aku menjadi selektif dalam memilih teman, bahkan dalam hal menerima permintaan pertemanan di media sosial daring pun aku perlu berpikir beberapa kali. Kadang jika orang tersebut asing untukku, aku akan mengabaikan permintaan pertemanan itu. Jadi jangankan untuk menjalin asmara, untuk membuka diri kepada orang baru aja itu sulit.

Penyebab kedua lagi-lagi pengalaman. Di beberapa hubungan asmaraku yang sebelumnya, aku hampir selalu berperan sebagai tokoh jahatnya. Aku yang menjadi sang heart breaker, pihak yang melukai. Kesannya akulah si antagonis. Engga kesannya sih, emang jahat. Nah, sayangnya, aku sadar kalau jahat setelah melakukan kesalahan. Aku ngga akan sadar kalau aku jahat waktu aku melakukannya. Tunggu ada yang sakit dulu baru sadar. Imbasnya adalah aku takut untuk membuat hubungan baru dengan orang lain karena aku takut menyakiti lebih banyak orang.

Alasan ketiga, aku takut gagal. Semakin tinggi umur, hubungan asmara akan semakin serius, ngga lagi hanya antara dua orang, tapi dua keluarga, bahkan lebih luas lagi, seluruh kenalan. Otomatis jika ada kegagalan dalam, katakanlah pernikahan, efek buruk dari kegagalan itu tidak hanya menimpa si pasangan, namun juga keluarga dan orang di sekitarnya.

Nah, itu dia ketakutan terbesarku. Ada imbuhan ter- bukan berarti ini ketakutan satu-satunya yang porsinya paling besar. Ada ketakutan lain, tapi mungkin ini yang lebih terasa saat ini. Oke, Kak Rina, terima kasih atas topik cetarnya.

Kamu punya ketakutan yang sama denganku? Atau ketakutan kamu lebih serius? Cerita di kolom komentar yaaaaaa!

Monday, October 16, 2017

Hal Yang Membuatku Terkesan

Halo pembaca yang kece!
Lagi-lagi di postingan BC, aku harus cerita hal yang berkaitan dengan hal-hal berbau pribadi. Ini topik dari si Dwita, tentang hal yang membuatmu terkesan/tertarik dengan seseorang. Nah, lho, aku langsung mikir, apa ya yang bisa bikin aku terkesan/tertarik? Ternyata ada beberapa hal, tapi ngga aku tulis berurutan dari yang paling bikin terkesan/tertarik sampai yang paling bawah. Ini aku tulis sesuai dengan hal apa yang muncul di kepalaku. Oke, let’s check them out!


Hal Yang Membuatku Terkesan/Tertarik


A Non-native Speaker with Good Pronunciation

Aku pernah cerita tentang latar belakang pendidikanku? Belum pernah ya? Oke, deh, ngga masalah. Aku lulusan universitas negeri di Kota Medan dari jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Tentu aja aku jadi familiar dengan seluk beluk bahasa Inggris, hanya familiar lho, ya, bukan paham. Salah satu aspek yang ada di dalam bahasa itu adalah pelafalan atau pronunciation. Nah, pelafalan ini dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya aksen daerah yang kadang membuat pelafalan bahasa Inggris jadi buruk. Di Indonesia sendiri, jarang banget aku ketemu non-native speaker (bukan penutur asli bahasa Inggris) dengan pronunciation yang bagus, ngga mesti British, American style pun jadi. Maka dari itu, setiap ketemu dengan non-native speaker with good pronunciation, aku akan langsung menoleh ke sumber suara, terus memperhatikan sambil terkagum-kagum.

Seingatku, ada dua kali aku merasa benar-benar tertarik karena pronunciation seseorang. Pertama, waktu aku berkunjung ke Universiti Utara Malaysia 2013 silam, ada pertandingan debat antara mahasiswa setempat dengan mahasiswa almamaterku. Jadi saat pertandingan, ada satu peserta dari UUM, cowok, yang pronunciation-nya lemah lembut, jelas, dan do’i pakai British style! Itu aku serius banget dengerin do’i ngomong sampai selesai. Saking seriusnya, aku ngga peduli dengan topik apa yang do’i bahas. Pronunciation-nya bener-bener melenakan telingaku.

Li Wenlin a.k.a. Cemara
Kedua, waktu aku kuliah magister ini. Ada temenku yang asalnya dari Tiongkok atau China (baca: chaina. cina punya arti yang buruk dalam bahasa Mandarin), cewek. Kami beberapa kali terlibat diskusi, dengan bahasa Indonesia tentu aja. Tapi ada kalanya kami menggunakan bahasa Inggris jika do’i ngga paham dengan apa yang aku maksud. Nah, otomatis do’i membalas dengan bahasa Inggris juga. Saat itulah aku tau kalau pronunciation-nya bagus, American style dengan sedikit sentuhan aksen Mandarin. Rasanya pengen denger do’i ngomong pakai bahasa Inggris terus, cuma masalahnya, do’i kesulitan memahami pronunciation-ku yang buruk, hehehe…

Mereka Yang Membaca Al-qur’an

Namanya juga orang Islam, ngga heran dong kalau suka ngeliat dan ngedenger orang yang lagi baca Al-qur’an, apalagi kalau itu cowok. Yaaaaaah, walaupun aku sering heboh sok-sok terbakar kaya setan tiap dengar orang baca Al-qur’an, aslinya aku seneng, kok.

Jadi dulu waktu semester 7, ada yang namanya PPL (Program Pengalaman Lapangan), semacam praktik mengajar di sekolah yang berlangsung selama 3 bulan. Mahasiswa dari beberapa jurusan dikumpulkan di satu sekolah. Di tempat aku praktik, ada 15 orang, terdiri dari 5 mahasiswa dan 10 mahasiswi. Tempat tinggal kami terpisah tentu aja. Nah, jadi, ada salah satu cowok bertampang agak sangar yang rajin banget baca Al-qur’an. Hampir setiap selesai sholat wajib, do’i mesti baca Al-qur’an, ngga banyak, tapi rutin. Itu aku ngeliatnya asli kagum banget. Hari gini, lho masih ada cowok, dengan tampang yang agak sangar begitu, baca Al-qur’an dengan teratur!

Membaca Al-qur'an
www.youtube.com
Dan memang rejeki si kawan bisa aku bilang bagus. Di saat aku masih berjibaku dengan jurnal, buku, teori A sampai Z demi skripsweet yang manisnya ngalahin es krim Walls, do’i dan pacarnya (sekarang udah jadi istrinya, dan fyi, itu istrinya juga temen satu tempat PPL dengan kami) memutuskan untuk bertunangan, yang dilanjutkan dengan pernikahan beberapa bulan kemudian, dan mungkin sebentar lagi, jagoan mereka akan segera lahir ke dunia. Mulus banget kaya paha personel f(x), salah satu girlband Korea didikan SM Entertainment, meskipun aku belum pernah pegang sih.

Supir Angkot yang Tertib Lalu Lintas

Buat yang tinggal di Kota Medan, pasti ngerti banget gimana keadaan lalu lintasnya yang luar biasa. Dan salah satu pihak yang bertanggung jawab atas keadaan kacau itu adalah supir angkot, selain pengguna mobil pribadi, tentu aja. Jadi, di Medan itu, aturan perlalulintasan itu gampang banget dilanggar oleh supir angkot. Mereka akan dengan seenaknya menaikturunkan penumpang, ngga peduli walau di situ bukan tempat yang semestinya. Selain itu, supir angkor ini juga kapasitas sabarnya dikit banget, mungkin ngga nyampe 256kb. Makanya ngga usah heran kalau liat angkot yang menerobos lampu merah.

Penumpang Naik Angkot di Tengah Jalan
www.medanbisnisdaily.com
Dengan keadaan yang seperti itu, tentu akan menjadi hal yang mengagumkan untuk bisa melihat supir angkot yang tertib lalu lintas. Ngga semua kok supir angkot yang nyeleneh. Masih ada juga supir angkot yang patuh peraturan, tapi jarang. Makanya kalau aku liat supir angkot yang tertib, dalam hati aku akan memuji.

Aku rasa tiga poin ini cukup untuk menjawab tantangan dari si Dwita. Udah, ya, Ta. Cukup-cukup bahas tentang hal pribadi. Untung aku cukup pintar untuk ngga membawa topik ini ke ranah yang lebih serius.


Gimana menurut kamu? Ada poin yang sama? Atau poin punya kamu lebih keren? Jangan baca doang, dong. Tinggalkan jejak di kolom komentar.

Monday, October 9, 2017

Bagaimana Cara Minum yang Baik?

 Halo pembaca yang kece!
Aku balik lagi dengan tulisan yang masih terkait dengan proyek Bloggers’ Challenge. Topiknya tentang cara minum yang baik, dari si Robby yang juga member baru BC. Member baru terus ya? Iya, dalam sebulan ini, BC menerima 4 member baru. Uuuuuuuuuh! Keren!
Balik lagi ke topik, aku ingatkan sebelumnya, yang aku tulis di dalam postingan kali ini merupakan hasil dari membaca berbagai sumber, bukan riset pribadi, jadi aku ngga sepenuhnya bertanggung jawab tentang kebenarannya. Baiklah, ayo kita bahas!

Ketentuan Cara Minun yang Baik dan Benar

Sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Mahakuasa, manusia tentu aja membutuhkan berbagai hal untuk menunjang kehidupannya, salah satunya adalah kebutuhan akan air. Air dan tubuh manusia itu adalah dua hal yang ngga bisa dipisahkan. Jika terpisah, ya meninggal. Uuuuuh serem! Oleh karena itu, tubuh manusia perlu asupan air. Air yang aku maksud di sini adalah air bening atau biasanya disebut air putih, bukan susu, kopi, atau air rasa-rasa. Cuma air bening.

Minum air
www.deherba.com
Nah, ketentuan pertama yang harus kamu ketahui adalah tentang kuantitas atau jumlah air yang harus kamu minum per harinya. Dari jaman Arif kecil sampai sekarang, udah banyak artikel yang menyebutkan tentang seperapa banyak air yang harus diminum manusia setiap harinya, semuanya sama, yakni dua liter yang kalau dikonversikan ke dalam hitungan gelas itu setara dengan 8 gelas. Tapi ini adalah jumlah umum.

Aku mengutip dari www.gejalapenyakit.org, ada beberapa variabel yang bisa mempengaruhi jumlah air yang harus kamu minum. Pertama adalah kegiatan kamu. Makin berat kegiatan harianmu, semakin banyak pula air yang harus kamu minum. Variabel kedua adalah usia. Semakin bertambah usia, kebutuhan air akan semakin berkurang. Ini karena ginjal pada individu di usia lanjut tidak dapat bekerja semaksimal mereka yang berusia muda. Kapasitas hal ini berpengaruh pada kapasitas air yang mampu dimanfaatkan. Jika air yang masuk terlalu banyak, darah akan mengencer yang kemudian membuat jantung memompa lebih cepat. Akibatnya adalah cairan di dalam tubuh akan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan sel.

Ketentuan kedua adalah waktu minumnya. Iya, jumlah 8 gelas itu ngga serta merta membuat kamu bebas minum kapan aja. Ada aturannya. Kamu ngga boleh sembarangan minum 2 liter air di pagi hari, kemudian seharian kamu ngga ada minum sama sekali. Ini keliru.

Waktu minum yang baik menurutku adalah sebagai berikut: 1 gelas setelah bangun dari tidur untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama tidur; 1 gelas setengah jam sebelum makan untuk memberikan efek kenyang sehingga kita tidak makan terlalu banyak; 1 gelas 5 menit setelah makan untuk membantu mempermudah pencernaan makanan; terakhir, 1 gelas sebelum tidur untuk bekal selama kita tidur.

8 Gelas sehari
www.riaucitizen.com
Ketentuan ketiga adalah tentang cara minum. Nah, terkait hal ini, aku mengutip cara sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad, SAW. Pertama, minum dalam keadaan duduk. Telah dibuktikan secara ilmiah bahwa ada organ penyaring di dalam tubuh yang hanya akan bekerja jika kita duduk. Jika seseorang minum dalam keadaan berdiri, air yang masuk akan langsung menuju kandung kemih tanpa ada penyaringan terlebih dahulu. Hal ini dapat menyebabkan adanya penumpukan materi di kandung kemih yang nantinya akan menjadi kristal ginjal. Kristal ginjal ini menyumbat saluran air seni sehingga penderitanya akan mengalami susah buang air kecil.

Kedua, minum dengan tangan kanan. Allah melarang hamba-Nya untuk mencontoh perilaku dari setan. Salah satu perilaku setan adalah makan dan minum dengan tangan kiri. Jika tangan kanan ngga memungkinkan untuk digunakan, setidaknya tangan kanan mendukung/membantu tangan kiri. Jadi udah pada tau dong, ya, kenapa aku sering mengingatkan orang-orang terdekatku untuk makan dan minum dengan tangan kanan.


Sunnah Minum
https://siebenundsiebzig.files.wordpress.com/2013/02/sunnah-of-drinking-water-jpg.jpg
Ketentuan keempat yang menjadi ketentuan terakhir adalah temperatur air. Namanya juga manusia, punya selera masing-masing dalam hal minum. Ada yang lebih suka minum air panas atau hangat, ada pula yang gemar minum air es. Lantas mana yang lebih baik? Nah, sebaiknya minum air dengan suhu yang mendekati suhu ruangan, alias yang ngga panas dan ngga dingin. Istilahnya air sejuk.

Air panas/hangat, berpotensi untuk merusak papila, tonjolan kecil di permukaan lidah. Papila ini bertanggung jawab atas kemampuan lidah dalam mengecap rasa. Jadi kalau papila ini rusak, secara otomatis lidah akan kehilangan kemampuannya untuk mengecap rasa. Lain hal dengan air es. Air es yang masuk ke tubuh akan membuat tubuh kaget dengan perubahan suhu yang tiba-tiba. Beberapa orang akan langsung demam, namun ngga sedikit yang merasa biasa aja. Selain itu air es juga membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menyesuaikan suhu air es yang masuk dengan suhu tubuh sehingga membuat tubuh malah kehilangan lebih banyak cairan. Itulah sebabnya mengapa kita akan cepat merasa haus jika minum air es dibandingkan dengan saat kita minum air sejuk.

Jadi, menurutku ada empat ketentuan yang harus kamu perhatikan dalam hal minum air. Apa menurut kamu empat ketentuan ini udah mencakup seluruh aspek? Atau aku melewatkan sesuatu? Let me know by leaving some comment below! See you on the next post!

Tuesday, October 3, 2017

Bagaimana Rasanya Punya Adik Perempuan?

Halo Pembaca Kece!
Aku balik lagi dengan proyek BC alias Bloggers’ Challenge. Kali ini topik diajukan oleh Mbak Vera, member baru ABC asal Blitar. Nah, lho, BC udah Go Nasional! Topik yang Mbak Vera ajukan itu Andai Aku Punya Adik Perempuan. Tapi berhubung aku memang punya adik perempuan, agak diganti dikit diksinya menjadi Rasanya Punya Adik Perempuan. Gimana rasanya, ya? Sebenarnya biasa aja, sih. Tapi mari kita eja rasa ini pelan-pelan. Eaaaaak!

Bagaimana Rasanya Punya Adik Perempuan?

Adek Gue
Mungkin bagi kamu yang punya adik cewek, bakalan mikir, gimana rasanya? Biasa aja, ngga ada yang gimana-gimana. Sama, aku juga mikirnya gitu. Makanya biar agak berasa, aku ceritakan pakai garis waktu, mulai dari adikku lahir sampai sekarang.

Kurang lebih 19 tahun lalu, sekitar jam tiga dinihari, aku dibangunkan oleh tangisan di kamar sebelah. Aku kaget waktu itu karena bangun ngga di kamar yang semestinya. Si Arif kecil yang saat itu masih berumur empat tahun, penasaran, terus keluar kamar menuju ke kamar utama yang pintunya sedikit terbuka. Aku mengintip, eh, ada bayi di atas tempat tidur! batinku. Baru aku tau kalau Ummi udah melahirkan seonggok bayi perempuan berhidung kurang seons. Belum ada perasaan yang berarti untuk bayi kecil itu. Cuma perasaan excited karena punya adik baru.

Waktu berlalu. Si pesek jelek itu mulai masuk TK sedangkan aku udah duduk di kelas 4 SD. Saat itu rasanya masih biasa aja. Cuma sebagai abang yang baik, sesekali kalau udah pulang dari madrasah, aku mampir ke TK si adek, liat kegiatan do’i. Kadang ikut pulang bareng naik becak motor, rame-rame dengan teman-teman adekku yang lain.

Setahun kemudian, si pesek jelek masuk SD. Karena udah agak besar, udah bisalah jadi kawan begadoh. Iya, do’i itu lawan berantemku di rumah. Mulai dari pertarungan dengan tangan kosong, sampai menggunakan senjata. Hasilnya tentu aja dimenangkan olehku. Kemudian si adek bakalan nangis dan aku akan diomeli sama Ummi atau Abi.

Hubungan kami mulai harmonis saat si jelek itu masuk asrama di pesantren dekat rumah. Setiap do’i pulang seminggu sekali, kami akan lebih banyak ngobrol dengan cara yang lebih ‘normal’. Itupun hanya berlaku kalau do’i di rumah cuma sehari-dua hari. Kalau lebih dari itu, kami akan kembali ke mode Tom and Jerry, hehehe…

Penampakan
Seiring berjalannya waktu, kami makin harmonis, terutama setelah aku hijrah ke Kota Medan untuk kuliah. Intensitas pertemuan yang sangat minim membuat kami secara ngga sadar memanfaatkan setiap momen ngumpul di rumah, atau saat aku berkunjung ke asramanya. Kami jadi banyak ngobrol, tentang sekolah, kuliah, teman, bahkan asmara. Pada titik itu, aku bersyukur punya adik perempuan, karena memang pada dasarnya aku yang ngga punya hobi yang sangat-sangat menunjukkan kalau aku laki-laki seperti olahraga sepak bola, menonton pertandingan balap, dan semacamnya, jadi nyambung ngobrol dengan si jelek.

Waktu demam Korea menerjang Indonesia, kami juga ngobrolin tentang hal itu. Si jelek yang memang punya referensi lebih banyak, jadi semacam living Google untukku. Aku yang memang hobi nonton dan mengoleksi film di laptop, juga menularkan kegemaranku itu ke adik tunggalku itu. Kami jadi punya makin banyak topik bahasan. Pokoknya makin gede, kami makin mesra deh. Sampai-sampai kalau orang yang ngga kenal ngeliat kami jalan, pasti mereka mikir kami pasangan kekasih. Secara muka juga ngga ada miripnya sama sekali.

Sampai saat ini, hubungan kami tetap rukun, meskipun aku udah ngga di Sumatera lagi. Cuma dua hal yang bikin kami cekcok, yaitu saat kami saling dorong untuk nikah duluan atau saat kami membahas tentang aibku. Iya, do’i ngga mau cepat-cepat nikah, sedangkan aku sendiri lagi mikir gimana caranya berkembangbiak dengan membelah diri atau dengan tunas. Tapi cekcoknya ngga sampai bikin kami diem-dieman selama 7 tahun, kok. Ngga sampai segitu. Paling cuma saling memaki aja, dan itu biasa bagi kami.


Oke, itu yang aku rasakan karena punya adek cewek. Mungkin kamu punya pengalaman yang beda, ngga usah segan untuk tinggalkan jejak di kolom komentar, yaaaa!

Tentang Moody

Halo pembaca kece! Di postingan kali ini, aku ditantang sama Kak Rina untuk menceritakan tentang tanggapanku terhadap seseorang yang mo...