Saturday, January 13, 2018

Episode Tsuredure Children Favoritku

Halo Pembaca Kece!

Ya ampun! Udah lama banget kayanya ga ngepost di sini! Abis kena badai tugas akhir yang diselingi dengan libur akhir tahun, lalu dilanjutkan dengan masa penantian nilai yang mendebarkan, akhirnya aku bisa bikin tulisan lagi. Di postingan kali ini, topik BC emang beneran tantangan, datangnya dari Amru. Dia minta para ABC untuk menonton satu anime serial bertajuk Tsuredure Children dan menentukan episode yang paling kami sukai. Asyik sih, karena kebetulan aku juga suka nonton anime. Oke, aku bahas tentang animenya dulu ya.

Tsuredure Children
www.aminoapss.com
Tsuredure Children adalah anime yang diadaptasi dari manga 4 panel (contohnya kaya komik strip Tahilalat). Anime ini mulai tayang pada Juli hingga September 2017, masih baru, dan disulih suara juga dalam bahasa Inggris. Ada 12 episode yang masing-masing berdurasi ngga sampai 15 menit. Nah, anime ini mengisahkan tentang siswa SMA di salah satu sekolah yang terlibat masalah romantika remaja. Aku ngga tau awalnya kalau anime ini mengusung tema omnibus (ada beberapa cerita dalam satu plot), baru tau setelah nonton.

Kalau boleh jujur, aku pusing waktu nonton episode demi episode. Iya, soalnya satu episode itu isinya empat cerita. Jadi sepotong cerita A, sepotong cerita B, dan seterusnya. Kebetulan emang ngga begitu konsentrasi waktu nonton ini, jadi setiap nonton episode baru, aku harus mengingat dulu ini potongan cerita yang mana, ini lanjutan untuk cerita yang mana. Ga tau deh, mungkin akunya yang bego, karena aku baca salah satu review-nya di internet, ada yang bilang kalau anime ini keren, yang bikin jenius.

Salah satu adegan
www.anime-planet.com
Mengenai isi ceritanya, semuanya punya masalah yang sama, komunikasi. Iya, jadi keempat cerita ini mengisahkan perjalanan asmara anak SMA yang mana karakternya itu kebanyakan mikir. Jadi kaya misalnya nih, ada satu pasangan, si cewek pengen mesra-mesraan sama si cowok tapi do’i ga berani bilang karena takut dibilang murahan lah, malu lah, segala macam. Nah, si cowok sebenarnya juga pengen bermesraan dengan si cewek, tapi gitu juga, takut si cewek bukan tipe cewek yang mau diajak bermesraan, dan sebagainya. Jadi sebenarnya isi anime ini kebanyakan monolog si tokoh di kepalanya. Aku yang nonton aja geregetan sendiri kok. Tapi syukurlah. Di episode-episode terakhir, setelah masing-masing tokoh berani mengungkapkan isi hatinya ke pasangan mereka, apa yang selama ini mereka inginkan bisa kesampaian.

Jadi yang mana episode yang paling aku suka? Episode 11 dan 12. Kenapa? Karena di episode ini akhirnya para tokoh berani mengungkapkan apa yang diinginkannya. Sedangkan sepanjang episode 1-10, masing-masing karakter pada jaim. Lha sama pasangan kok jaim?! Kalau sama pasangan aja ngga bisa jadi diri sendiri, buat apa punya pasangan? Bukannya pasangan itu harus bisa menerima kita apa adanya? Eh, kok melebar, ahahahaha!

Secara keseluruhan, aku kasih penilaian 7.5/10 untuk anime ini. Ngga terlalu tinggi karena bikin aku bingung. Tapi gambarnya bagus kok, lebih manusiawi dibanding anime pada umumnya yang tokohnya punya kepala gede ga sesuai postur badannya, atau punya toket segede semangka. Dan lagi dari anime ini aku bisa belajar kalau komunikasi itu penting dalam hubungan, biar kedua pihak memahami pasangannya. Halo! Pasangan kamu bukan ahli pembaca pikiran. Kalau kamu mau ya bilang, ngga usah ngarep do’i peka sendiri. Terakhir, aku ngga merekomendasikan anime ini untuk ditonton oleh anak di bawah umur 18 tahun, soalnya banyak banget adegan dewasa dan kata-kata vulgar yang muncul.


Nah, sekian dari aku. Tantangan kali ini beres, ya, Ru!

Wednesday, December 6, 2017

Seniman Favoritku

Halo Pembaca Kece!

Nadya bikin aku bete lagi dengan ngasih topik yang ngga asik. Doi mau ABC cerita tentang seniman yang kami suka. Bukan apa, ya, aku ngga pernah terlalu terobsesi atau terlalu mengidolakan seseorang. Makanya agak bingung waktu dikasih topik ini. Tapi namanya juga tantangan, kalau gampang ngga asik dong, ya? Oke, langsung masuk ke pembahasan aja.

Rihanna

Si hitam manis ini udah menemaniku sejak jaman aku SD. Lagu pertamanya yang akrab olehku adalah Unfaithful. Aku langsung suka sama lagu itu saat pertama kali dengar. Tapi waktu itu aku ngga tau kalau yang nyanyi lagu itu Mbak Ri-Ri, panggilan akrabnya. Aku baru beneran kenal dengan Mbak Ri-Ri setelah lagu Umbrella-nya booming di TV, di program MTV yang tayang di GlobalTV.

Mbak Ri-Ri
www.defendernetwork.com
Masuk jaman SMP, saat internet mulai berkembang, aku mulai mencari lagu-lagu lain yang dinyanyikan oleh Mbak Ri-Ri. Ada beberapa yang aku ingat, seperti Cry, Disturbia, Don’t Stop the Music, Pon de Replay, Music of the Sun, dan masih banyak lagi. Sampai sekarang masih aku simpan di laptop. Kadang kalau kangen juga aku putar sesuai suasana hati. Kalau suasana lagi melankolis, aku akan dengerin lagu Cry, sedangkan kalau lagi semangat atau lagi butuh semangat, aku akan memutar lagu Good Girl Gone Bad atau Don’t Stop the Music.

Sampai sekarang aku masih mengikuti perjalanan karir Mbak Ri-Ri. Setiap doi merilis lagu baru atau menjadi pasangan duet, aku pasti mencari lagunya dan mengunduh lagu itu jika menurutku lagu itu enak didengar.

Charlie Puth

Babang Charlie
www.aminoapps.com
Pasti kamu udah pada kenal dengan Babang Imut yang satu ini. Babang yang pertama kali terkenal lewat lagu See You Again yang merupakan original soundtrack film Furious 7 ini menurut aku memang punya wajah yang imut. Babang ini mulai mencuri hatiku semenjak merilis lagu We Don’t Talk Anymore bareng Selena Gomez. Lagu-lagu berikutnya juga berhasil mencuri perhatianku seperti Dangeriously, Attention, dan yang teranyar How Long.

Kalau ditanya apakah aku ingin bertemu dengan Babang Charlie atau paling engga nonton konsernya, aku akan menjawab engga. Aku Cuma pengagum karyanya. Eh, tapi kalau ada yang mau kasih aku tiket konsernya, sekaligus biaya akomodasi dan tetek bengek perjalanan lain dengan cuma-cuma, aku ngga akan nolak juga, hehe…

Shawn Mendes

Dedek Shawn
www.goodmomusic.net
Yang terakhir adalah Dedek Tampan ini. Ngga nyangka kalau doi seusia adekku. Aku kira Dedek ini sebaya sama Babang Charlie, ternyata beda jauh. Dari awal muncul di TV, aku udah suka sama lagunya, Stitches. Terus doi ngerilis lagi beberapa lagu, Imagination, Never be Alone (lagu ini sukses bikin aku melankolis), I Know What You Did Last Summer (ini kolaborasi sama Camila Cabello), Mercy, terus yang terakhir There’s Nothing Holding Me Back. Ada beberapa lagu lain, tapi aku ngga suka, jadi ngga aku cantumkan di sini.

Sama kaya perasaanku ke Babang Charlie, aku cuma sebatas mengagumi karya Dedek Shawn, dan video-video cover-nya di Youtube, juga kemampuan bernyanyi si Dedek. Berbicara tentang kemampuan bernyanyinya, aku cukup salut, soalnya suara Dedek Shawn waktu penampilan langsung dan rekaman itu ngga terdengar berbeda. Ngga banyak lho penyanyi yang bisa begitu.


Nah, aku rasa tiga aja udah cukup. Udah ya, Nad. Lanjut!

Hal yang Aku Harap Aku Tau Saat Masih 12 Tahun

Halo Pembaca Kece!

Di postingan kali ini aku mau cerita tentang apa, ya, bisa dibilang masa lalu, tapi ngga kejadian. Topik ini dari Wawa, hal yang aku harap aku tau pada usia 12. Umur 12 tahun, berarti aku masih duduk di kelas 6 SD. Aku harus mikir cukup keras untuk menyelesaikan topik ini, dan ternyata cuma dapet 3 hal. Langsung aku bagi aja ya!


Belajar Sopan Santun

Ummi dan Abiku adalah perantau. Ngga ada saudara yang tinggal di dekat rumah kami. Otomatis intensitas pertemuanku dengan mereka juga lebih jarang. Mungkin hanya satu atau dua kali setahun, waktu lebaran atau waktu ada acara keluarga. Ini membuat aku kurang mendapat pembelajaran kesantunan, misalnya mencium tangan orang yang lebih tua saat bertemu atau berpamitan dengan mereka. Ummi dan Abi memang membiasakanku untuk mencium tangan mereka, tapi hanya jika akan pergi jauh atau dalam waktu yang cukup lama aja. Kalau ke sekolah, atau ke pasar, ngga ada.

Berpamitan sebelum Pergi
www.hellovianovia.blogspot.co.id
Masalah timbul saat memasuki masa SMP dan SMA. Jika jam sekolah berakhir lebih cepat, aku dan beberapa temanku akan bepergian, mengunjungi rumah salah seorang dari kami. Pasti kami akan bertemu dengan orang tua temanku, dan saat tiba di rumah temanku itu, teman yang lain akan berbaris, menyalami orang tua si tuan rumah. Aku ikut baris, kok. Ikut salaman juga. Tapi ada rasa janggal, sungkan untuk melakukannya, karena biasanya hanya aku lakukan kepada Ummi dan Abiku.
Hal ini juga terjadi saat aku pulang kampung. Begitu tiba di rumah saudara, aku akan menyalami mereka satu per satu. Mungkin untuk ke saudara, aku memaklumi. Tapi jika kebetulan ada tamu yang berkunjung di rumah saudaraku, rasa janggal dan sungkan waktu bersalaman itu muncul lagi. Bahkan ini masih berlangsung hingga sekarang meskipun sedikit banyak rasa janggal dan sungkan bisa aku atasi.

Selain sopan santun, beberapa adat atau kebiasaan terkait dengan hubungan kekeluargaan juga aku kurang memahami. Misalnya dulu waktu kakek dari Abi meninggal, semua cucunya yang hadir mencium pipi dan dahi jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir, kecuali aku. Kenapa? Because no one tells me. Terdengar sederhana, tapi bahkan justru hal sesederhana itupun aku ngga tau, kan parah. Tapi mau gimana lagi, memang ngga pernah diajarkan. Karena biasanya hal-hal semacam itu diajarkan turun temurun secara natural, saat ada kejadian. Nah, di kasusku, aku jauh dari saudara. Dan ngga semua acara keluarga yang bisa aku hadiri karena masalah jarak dan waktu ini. Jadi kemungkinan aku untuk tau perilaku-perilaku semacam itu juga kecil karena jarang mengikuti  acara keluarga. Sekarang, aku berharap kalau waktu aku umur 12 tahun, aku tau itu semua.


Olahraga Itu Penting!

Aku akui, aku pemalas. Hampir dalam segala hal. Bahkan dulu waktu masih SD, makan aja aku enggan karena males mengunyah makanan. Ramadhan selalu aku nanti karena saat ramadhan aku ngga perlu tiga kali makan dalam sehari.

Nah, untuk makan aja males, apalagi olahraga. Serius, aku males banget untuk menggerakkan anggota badan, sekedar olahraga ringan. Dalam seminggu, aku Cuma sekali olahraga, yaitu saat ada pelajaran penjaskes di sekolah. Kalau misalnya materi saat itu teori, berarti aku ngga olahraga sama sekali minggu itu.

Olahraga
www.bacaberita.com
Saat SMA, Ummi sama Abi mulai protes karena aku masih juga males olahraga. Kalau libur, abis sholat subuh aku tidur lagi sampai jam 9 atau 10 pagi. Tapi gimana, karena ngga dibiasakan olahraga dari kecil, rasa malas itu susah pergi.

SMA kelas 3, aku mulai menyesali kemalasanku. Tubuhku minim mengalami pertumbuhan. Cungkring, pendek, juga kaku. Di kelas, pasti jadi siswa terpendek kedua atau ketiga. Badanku juga ngga mengembang seperti teman-temanku. Harusnya di usia remaja, dada mulai bidang, di lengan dan paha udah mulai membesar karena volume otot bertambah. Nah, aku engga, segitu aja.

Baru bener-bener berusaha berubah waktu kuliah. Mulai olahraga-olahraga ringan, bareng temen atau sendirian. Tapi ternyata semua udah terlambat. Badanku ngga menunjukkan tanda perubahan yang berarti.

Ngga ada perubahan ngga lantas membuat aku berhenti untuk olahraga kok. Karena udah sadar pentingnya olahraga, sampai sekarang aku akan menyempatkan waktuku untuk olahraga, sekedar meregangkan otot supaya ngga kaku.


Kebersihan Itu Penting!

Mengikat Gigi
www.southtempledental.com
Poin terakhir ini tentang kebersihan, terutama masalah di dalam mulut. Dulu ngga dibiasakan untuk sikat gigi dua kali sehari. Ini jadi terbawa sampai sekarang. Kadang dua kali sih, tapi ngga selalu. Cuma efeknya itu, lho, gigiku jadi berkarang. Emang ada cara instan. Tapi cara instan kan ngga begitu baik untuk badan. Yah, sekarang ini, masih mengusahan diri untuk menjaga kebersihan, ngga cuma mulut, tapi seluruh tubuh dan lingkungan sekitar, walaupun mandi cuma sekali sehari, hehe.


Udah, tiga hal ini aja yang aku harap aku tau lebih awal. Ada sih hal lain, tapi itu rahasia. Nah, kalau kamu, apa yang kira-kira kamu harap kamu tau lebih awal? Bagi di kolom komentar dong!

Tantangan Olahraga selama 3 Hari. Berhasil?

Halo Pembaca Kece!

Olahraga
www.bobo.grid.id
Di tulisan kali ini, aku ngga akan cerita hal-hal yang berbau pribadi, soalnya topik minggu ini beneran tantangan. Iya, melakukan tantangan. Jadi Bang Boy minta ABC untuk mengerjakan satu jenis olahraga selama tiga hari berturut-turut dengan durasi setiap harinya minimal setengah jam. Apakah aku berhasil? Ya jelas lah, aku kan emang rutin olahraga, seengganya 3-4 kali seminggu. Ini spesial karena diminta sama Bang Boy, aku laksanakan.

Nah, selama di Solo, aku belum menemukan pusat kebugaran biasa (bukan yang terkenal kaya pusat kebugaran di mal, tapi sekarang udah ketemu kok) yang dekat dengan asrama. Jadi aku hanya olahraga di kamar, pagi hari, selepas subuh. Olahraga ringan aja kok, gerakan pemanasan dinamis, dilanjut 10 kali 2 set push up dan 10 kali 2 set sit up, lalu ditutup gerakan pendinginan statis. Untuk gerakan pemanasan dan pendinginannya, aku cari contoh gerakannya di Youtube, punya Bang Bobby Ida. Satu sesi olahraga biasanya memakan waktu 10-15 menit. Ini aku cantumin video Bang Bobby untuk pemanasan dan pendinginan.



Tantangan yang dibuat Bang Boy kan mengharuskan kami berolahraga seengganya selama setengah jam, daripada aku ribet nambahin jenis olahraganya, jumlah gerakannya yang aku tambah. Jadi kalau biasanya cuma 20 push-up dan 20 sit-up, ini aku tambah jadi 40 push-up dan 40 sit-up dengan jeda istirahat sebentar setelah hitungan kelipatan 10.

Apa kemudian aku berhasil? Ya, aku bisa olahraga setengah jam di pagi hari selama tiga hari berturut-turut. Ngga susah, sih. Soalnya kan memang biasanya aku olahraga walaupun ngga setiap pagi. Jadi ngga harus berusaha terlalu keras.

Kemudian tentang manfaat, jujur, olahraga tiga hari berturut-turut itu ngga punya pengaruh yang signifikan sama sekali. Bahkan walaupun itu seminggu. Dan memang untuk badanku, aku malah ngerasa berbeda waktu aku ngga olahraga. Jadi misalnya selama seminggu aku ngga ada olahraga sama sekali, badanku bakalan terasa ngga nyaman. Ciri-cirinya bisa mudah lelah, sendi agak kaku, baru naik tangga ke lantai 2 atau 3 tapi napas udah ngos-ngosan, atau beberapa bagian tubuh kaya paha, lengan, dada, dan perut terlihat menggelambir. Makanya aku usahakan seengganya dalam seminggu aku ada sekali olahraga (waktu lagi sibuk).

Berbicara tentang kesulitan yang aku hadapi, masalah utama itu rasa malas. Jadi biasanya aku bangun jam 4 pagi. Ibadah sampai sekitar jam 5. Nah, setelah jam 5 inilah masa yang paling menentukan. Kalau aku rebahan lagi di kasur sambil main hp, bisa dipastikan aku baru akan olahraga jam 6 lewat atau malah ngga olahraga sama sekali. Apalagi jika itu selasa dan rabu, aku kuliah pagi, jam 8. Paling engga, jam setengah 7 aku harus udah selesai olahraga, karena jam setengah 8 sarapan. Waktu olahraga dan makan ngga boleh terlalu dekat. Minimal 2 jam. Tapi aku pangkas jadi 1 jam karena mepet. Yang ini jangan ditiru ya!

Aku memang memilih pagi sebagai waktu yang tepat untuk olahraga karena badanku masih segar. Udara pagi yang masuk ke kamar juga segar, jadi kalau berkeringat di kamar ngga pengap atau bau karena langsung diganti dengan udara dari luar. Kalau siang, bisa, tapi siang biasanya aku kuliah atau ngerjain tugas. Ngga enak kalau waktu ngerjain tugas dipotong olahraga. Kalau malam, badanku udah lelah, ngantuk juga. Selama di Solo, jam 9 itu biasanya aku udah tenggelam di dunia mimpi lho. Bisa sih, dipaksa sampai tengah malam, tapi besok paginya kepalaku bakalan pusing.

Nah, tantangannya kan udah beres nih, ya. Pasti ada rencana lanjutannya dong, ya? Iya, selain olahraga ringan di pagi hari, aku juga berencana akan kembali menyambangi pusat kebugaran karena seperti yang udah aku bilang di awal, aku udah nemuin pusat kebugaran yang biasa, jaraknya ngga begitu jauh dari asrama. Tapi rencana ini baru terealisasi kalau udah ada motor sih. Soalnya kalau naik Gojek, nambah biaya lagi. Mau nebeng sama temen, waktuku jadi ngga fleksibel. Kalau sendirian kan bebas, mau satu jam, dua jam, atau seharian, terserah aku.


Oke, ini aja yang bisa aku ceritakan tentang tantangan dari Bang Boy. Thanks udah kasih tantangan ini. Kalau kamu gimana? Hobi olahraga? Olahraga apa? Cerita dong! Kali aja aku bisa ikutan.

Tuesday, November 21, 2017

5 Karakter Film dan Anime Idolaku

Halo Pembaca Kece!

Di postingan kali ini, topik ke-60 BC, aku mau cerita tentang tokoh-tokoh favorit aku di beberapa film dan anime yang pernah aku tonton. Topik ini dari aku sendiri. Sengaja sih, soalnya topik sebelumnya bahas hal berat mulu. Adek kan lelah, ahahahaha…

Selain memasak, aku juga suka nonton. Awalnya cuma nonton program televisi, entah itu film atau kartun, lalu beranjak ke nonton film ke bioskop. Ngga sering sih. Paling engga, dulu waktu SMA, sebulan atau dua bulan sekali pasti mampir ke bioskop.

Tamat SMA terus hijrah ke Medan, bisa dibilang aku hampir ngga pernah mampir ke bioskop padahal ngga sedikit bioskop yang ada di Medan. Seingat aku, selama 5 tahun aku berguling cantik di jalanan Kota Medan, aku cuma pernah 3 kali ke bioskop. Itupun karena diajak si Amru.

Bukan tanpa alasan, sih. Waktu SMA aku masih tinggal sama Ummi Abi. Tiap mau “jalan” bisa minta uang jajan sama mereka. Nah, semenjak hijrah, nominal uang dikasih patokan, terbatas. Dan memang aku mintanya ngepas banget. Alhasil aku harus rela ngga menjalang ke tempat-tempat yang bisa mengosongkan sakuku dalam sekejap.

Beruntung, aku punya kawan kaya Wawan dan Amru. Dari mereka aku kenal dengan dunia per-download-an film dan anime. Mereka yang ngajarin cara mengunduh film atau anime dengan software Torrent. Hasilnya, laptopku penuh dengan film yang bisa kapan aja aku tonton. Sekarang giliran aku yang bingung karena kapasitas penyimpanan di laptop udah nyaris abis, tapi mau hapus film sayang. Mau beli harddisk eksternal juga ngga punya uang lebih. Miris. Eh, kok malah curhat?! Udah deh, ini tokoh yang aku suka!


5 Tokoh Kesukaanku


Baymax

Baymax memeluk Hiro
www.ohmy.disney.com
Kalau kamu pecinta film animasi, pasti kenal dengan tokoh yang satu ini. Iya, Baymax, robot gendut berwarna putih yang merupakan robot asisten kesehatan pribadi ciptaan Tadashi Hamada dalam film Big Hero 6 yang dirilis tahun 2014. Sayangnya, Tadashi meninggal di awal cerita, membuat adiknya, Hiro Hamada, depresi akut. Di tengah masa beratnya itu, Baymax muncul, membangkitkan kembali semangat Hiro untuk melanjutkan hidupnya.

Yang aku suka dari Baymax adalah kepolosannya, karena doi robot yang akan merespon sesuai dengan pengaturan programnya. Selain itu, postur tubuhnya yang bongsor juga bikin gemes. Dan hal yang bikin aku pengen banget punya robot yang kaya Baymax adalah karena doi suka memeluk, jadi aku ngga perlu ngemis pelukan dari manusia waktu aku butuh. Cukup Baymax.


Doraemon

Doraemon dan Dorayaki
www.123emoji.com
Tokoh utama di film kartun maupun serial bertajuk sama ini pasti dikenal seantero Indonesia, terutama mereka yang lahir di tahun 90-an. Aku selalu nunggu serial kartun ini tayang di salah satu stasiun televisi swasta setiap minggu pagi. Ngga perlu cerita banyak tentang kartun ini karena pasti banyak yang udah tau.

Aku suka Doraemon karena doi punya kantong ajaib yang berisi peralatan canggih dari abad 22 yang biasa digunakan untuk membantu Nobita dalam menghadapi setiap masalah. Bersama dengan Doraemon, aku seperti diajak bermimpi tentang masa depan, terus balik ke masa kecil di mana semuanya terasa mudah, saat jatuh, yang terluka cuma lutut, bukan hati.


Toothless

Imutnya Toothless
www.1d4chan.org
Yang suka sama film How to Train Your Dragon mana suaranya?! Kalian pasti kenal Toothles alias Si Ompong dong, ya? Toothless ini naga peliharaan Hiccup. Doi memberi nama ompong karena awalnya doi ngeliat Toothless ini ngga punya gigi. Padahal giginya Toothles itu tipe gigi yang bisa disembunyikan, cuma muncul di saat tertentu aja.

Aku suka liat ekspresi Toothless waktu lagi main bareng Hiccup, lidahnya melet-melet, matanya gede, adorable, kaya anak anjing. Jadi pengen punya satu, yang kecil aja untuk jadi teman di kamar, hehe.


Hermione

Cewek cerdas ini adalah salah satu tokoh utama di novel dan film seri Harry Potter. Ia merupakan sahabat Harry yang biasanya sangat membantu dalam setiap pemecahan masalah yang dihadapi Harry dan teman-temannya.

Aku kagum dengan tokoh ini karena hobinya, yakni membaca. Kemana-kemana bawa buku, baca. Bukan buku novel, tapi buku pelajaran. Aku berharap bisa kaya doi.


Sorata Kanda

Sorata dan Hikari yang Kawaii
www.myanimelist.cdn-dena.com
Kalau di animenya, Sakurasou no Pet na Kanojo atau Gadis Peliharaan di Asrama Sakura, nama si Sorata ini Kanda Sorata, karena memang penulisan nama di Jepang itu dimulai dari nama keluarga dulu lalu diikuti nama aslinya. Doi adalah seorang siswa SMA di SMA Suimei yang merupakan SMA yang memiliki divisi seni. Sorata digambarkan sebagai siswa yang tidak memiliki kemampuan istimewa seperti teman asramanya yang lain, dan itu membuatnya cukup tertekan.

Aku melihat diriku ada di dalam sosok Sorata. Di antara teman-temanku, aku merasa ngga punya sesuatu yang menjadi keahlianku. Dalam seni lemah, eksakta juga ala kadarnya, olahraga apalagi, ilmu sosial ngga usah ditanya. Karena merasa senasib sepenanggungan itulah makanya aku suka dengan karakter Sorata. Ada satu hal sih yang membedakan antara aku dan Sorata. Di episode-episode terakhir, Sorata akhirnya mengetahui apa yang diinginkannya dan berusaha untuk terus mengembangkan dirinya di bidang itu. Sedangkan aku, sampai saat ini belum menemukan di mana sebenarnya passion-ku.


Nah, mungkin 5 karakter ini aja yang bisa aku jabarkan di sini karena memang empat karakter ini cukup kena di hati. Ceilah! Aku selesai!

Monday, November 13, 2017

Menunggu atau Ditunggu?

Halo pembaca kece!

Aku mau bahas tentang tunggu-menunggu nih! Topik BC ke-59 ini diajukan oleh Syirah, ABC yang paling terakhir gabung. Si Syirah mau tau, kira-kira ABC lebih suka menunggu atau ditunggu. Oke, ini jawaban aku.


Menunggu atau Ditunggu?

Ada pepatah berbunyi, pekerjaan yang paling tidak menyenangkan adalah menunggu. Iya, menunggu memang ngga menyenangkan. Apalagi jika itu terkait dengan hal yang penting. Beberapa ada yang sadar kalau menunggu itu ngga enak, maka dari itu dia berusaha datang tepat waktu agar orang lain ngga merasakan ngga enaknya menunggu. Tapi ada juga yang karena tau ngga enaknya menunggu, memilih datang saat orang yang berjanji dengannya sudah ada di tempat janjian, dengan kata lain, membiarkan orang lain menunggunya.

Menunggu
www.capslocknet.com
Aku secara pribadi ngga suka menjadi orang yang menunggu ataupun yang ditunggu. Aku lebih suka jika dua orang yang berjanji untuk bertemu di tempat tertentu itu datang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, jadi ngga ada yang menunggu dan yang ditunggu.

Tapi namanya juga manusia, pasti ngga lepas dari namanya salah. Entah itu salah karena dirinya sendiri, atau karena situasi yang membuatnya salah. Tapi salah satu dosenku pernah bilang, situasi ngga akan bikin kita salah, selagi kita bisa menyiasatinya. Misalnya, kita janjian dengan teman di tempat yang jika ditempuh dengan sepeda motor, memakan waktu sekitar setengah jam. Nah, jika memang kita orang yang bisa menyiasati situasi, kita akan datang 45 menit atau satu jam sebelum waktu janjian, karena kita ngga tau apa yang akan kita hadapi di jalan nanti. Bisa macet, ban bocor, kecelakaan, dan sebagainya. Jika kita berangkat lebih cepat, mau macet juga kita bisa datang tepat waktu, atau jika macet parah, hanya bikin kita terlambat sekian menit.

Aku ngga suka menunggu, apalagi jika janjian di tempat yang ramai karena aku akan merasa seperti orang bodoh yang ngga tau mau ngapain. Aku sebenernya juga ngga suka jadi orang yang ditunggu, soalnya bakalan diketerin, bolak-balik dihubungi, disuruh cepat. Tapi karena aku lebih ngga suka menunggu, biasanya aku berangkat dengan waktu yang mepet banget, jadi kalau ada kendala sedikit aja di jalan, ya terlambat.

Cuma seiring makin tingginya umur yang menuntut untuk bisa tepat waktu, sekarang aku lagi belajar untuk ngga berangkat dengan waktu yang mepet banget dengan waktu janjian. Salah satu contohnya, sekarang berangkat kuliahnya 20 atau 30 menit sebelum perkuliahan di mulai, jadi seengganya 5 atau 10 menit sebelum perkuliahan aku udah di kelas walaupun isinya baru 3-4 orang. Doain aja deh ini ngga hanya bertahan sebulan-dua bulan tapi seterusnya.


Nah, ini pendapatku tentang menunggu atau ditunggu. Beres, ya, Syirah!

Monday, November 6, 2017

BC#58 Cara Mendapatkan Teman Baru

Halo pembaca kece!

Kali ini aku mau bagi-bagi tips tentang bagaimana cara mendapatkan teman baru dan cara mengakrabkan diri dengannya. Tenang aja, postingan ini masih berhubungan dengan BC kok. Topik ke-58 ini dari Fetty yang masih juga anggota baru ABC.

Namanya juga manusia, pasti membutuhkan yang namanya bantuan orang lain, entah itu didapatkan dengan membayar jasa atau dengan cuma-cuma berdasarkan hubungan pertemanan atau kekeluargaan. Nah, hubungan pertemanan ini berbeda dengan hubungan kekeluargaan yang didapat melalui hubungan darah. Hubungan pertemanan bisa didapat melalui beberapa faktor, diantaranya karena berada pada lokasi yang sama, memiliki kesamaan latar belakang atau riwayat hidup, memiliki hobi yang sama, rasa nyaman, dan faktor lain.

Lantas bagaimana jika kita berada pada lingkungan baru, ngga ada kenal dengan seorangpun di situ. Harus berusaha untuk berhubungan dengan orang baru dong, ya? Iya, harus. Kecuali kalau kamu di hutan, ngga ada orang lain selain kamu, baru deh kamu ngga harus membina hubungan baru dengan manusia.

Di sini aku mau bagi beberapa cara yang pernah aku praktikkan saat mencoba berteman dengan orang baru. Kamu ngga harus mengikuti semua cara ini karena belum tentu berhasil juga di kamu. Kalau di aku sih selama ini manjur. Oke, kita kupas satu-satu ya!


Ngobrol

Ngobrol
www.segiempat.com
Yup! Hal kedua yang aku lakukan setelah berkenalan adalah dengan mengobrol. Intensitasnya tergantung seberapa sering kami bertemu. Misalnya ini tetangga sebelah, kemungkinan kami untuk bertemu pasti lebih sering. Otomatis intensitas ngobrol kami juga meningkat. Nah, supaya obrolah berjalan menyenangkan, biasanya aku akan menyesuaikan topik dengan hal-hal yang ‘nyambung’ di kedua pihak. Misalnya, kami punya hobi yang sama, maka topik pembicaraan di awal perkenalan akan membahas seputar hobi kami. Atau jika dia punya ketertarikan terhadap sesuatu yang aku tau, aku akan berusaha agar kami membahas sesuatu itu.


Chatting Melalui Media Sosial

Chatting
www.zoho.com
Nah, langkah berikutnya, udah bisalah kami tukar-tukaran kontak di media sosial, entah itu Facebook, Instagram, atau aplikasi chatting semacam Whatsapp dan Line. Nah, di tahap ini, kami akan saling menggali informasi tentang diri lawan bicara. Itupun kalau dia mau. Kalau komunikasi hanya berlangsung satu arah, biasanya aku akan segera mengakhiri obrolan karena merasa kalau si lawan bicara ngga tertarik untuk berteman denganku. Aku sih ngga berharap banyak saat pertama kali membuka jalan pertemanan. Kalau dia mau, ya ayok. Ngga mau, ya ga masalah.


Menjalankan Hobi Bersama

Nah, kalau udah cukup dekat, aku ngga akan segan untuk mengajak atau diajak menjalankan hobi kami bersama-sama. Misalnya kami punya ketertarikan yang sama terhadap segala hal berbau Jepang, maka saat ada festival atau acara yang berhubungan dengan Jepang, aku akan mengajaknya menghadiri acara tersebut. Atau jika kami sama-sama suka nonton film, aku akan mengajaknya untuk internetan bareng, mengunduh film terbaru, kemudian nonton bareng di suatu tempat.

Cari hobi bareng
www.infoglobalkita.com
Ada hal yang menjadi faktor penentu apakah perkenalan kami bisa beranjak ke hubungan pertemanan atau ngga. Pertama, supel. Ngga bisa dipungkiri, orang yang supel adalah orang yang gampang untuk diajak berteman. Untuk itu, jika orang baru itu supel, aku ngga akan segan untuk berteman dengannya. Tapi aku juga ngga suka kalau orang itu terlalu supel. Orang yang terlalu supel biasanya tingkat percaya dirinya tinggi, sedangkan aku sendiri engga. Maka dari itu, kadang merasa ngga nyaman kalau dekat dengan orang seperti ini.

Kedua, easy going. Iya, orang itu mesti gampang diajak jalan. Kan ngga mungkin ngobrol di kamar/rumah terus, butuh suasana baru dong, ya. Entah itu ke tempat makan, atau ke acara/festival apa gitu. Kalau dia orangnya super sibuk sampai ngga bisa diajak kemana-kemana, ya kemungkinan sih hubungan pertemanan kami biasa aja, ngga jadi dekat.

Oke, ini tips berteman dengan orang baru dari aku. Sederhana kok, karena sebenarnya aku sendiri kalau berteman itu mengalir mengikuti alur, ngga pakai rumus atau tips segala. Tulisan ini juga aku buat setelah aku mikir. Kalau di kehidupan nyata, ngga tau, ya, aku ngga ambil andil penuh untuk berteman. Biasanya itu terjadi begitu aja. Kecuali kalau udah saling mengenal, aku akan mulai memperhitungkan baik-buruknya hubungan pertemanan kami ke depannya. Kalau menurutku baik, aku lanjut, kalau ngga baik, biasanya aku akan mundur perlahan, menjadi teman yang sangat biasa aja, ngga baper.

Nah, gimana dengan kamu? Sama kaya aku juga? Kayanya sih ngga mungkin. Makanya, ngga usah segan untuk bagi cerita di kolom komentar. Ditunggu, ya!

Tentang Moody

Halo pembaca kece! Di postingan kali ini, aku ditantang sama Kak Rina untuk menceritakan tentang tanggapanku terhadap seseorang yang mo...