Tuesday, March 6, 2018

Tentang Moody

Halo pembaca kece!

Di postingan kali ini, aku ditantang sama Kak Rina untuk menceritakan tentang tanggapanku terhadap seseorang yang moody dan apa yang akan aku lakukan seandainya bertemu dengan makhluk jenis ini. Sebelum jauh-jauh cerita, aku mau menjabarkan sedikit apa itu moody.

Aplikasi Kamusku
Moody itu turunan dari kata mood dalam bahasa Inggris yang berarti suasana hati. Sedangkan moody sendiri berarti suka murung. Jadi bisa disimpulkan kalau orang yang moody adalah orang yang terus menerus murung, suasana hatinya jarang bagus. Aku pikir awalnya orang yang moody ini orang yang suasana hatinya suka berubah-ubah, ternyata itu beda lagi. Kalau yang suasana hatinya gampang berubah itu istilahnya mood swing.

Nah, gimana kalau aku ketemu dengan orang yang moody? Hmm, aku bakal pergi jauh dari dia. Kenapa? Soalnya aku tipe orang yang gampang mood swing. Perubahan mood-ku itu bisa dipengaruhi orang di sekitarku. Jadi kalau berdekatan dengan seseorang yang moody, ada kemungkinan kalau aku bakalan ikutan murung, bahkan walaupun ngga ada alasan yang bisa bikin aku murung.

Tentang pendapatku terhadap mereka yang moody, aku ngerasa kasihan ke mereka. Ada banyak hal yang bisa membuat kamu bahagia, tapi kamu lebih fokus pada hal-hal yang membuatmu sedih. Kan kasihan banget hidup seperti itu. Bukan berarti aku ngga pernah murung, lho, ya. Tapi alhamdulillah, selalu ada hal yang bisa mencerahkan suasana hatiku, misalnya foto atau video kucingku di rumah yang diunggah adikku di Instagram atau Whatsapp. Tapi biasanya kalau udah liat foto atau video mereka, aku jadi mewek pengen pulang supaya bisa gendong mereka sih, ehehehe…

Babang Murung
health.clevelandclinic.org
Balik lagi ke pandanganku ke mereka yang moody ini. Plis, hidup ini ngga melulu tentang kesedihan dan kesengsaraan lho! Ada banyak hal, jutaan, bahkan milyaran hal yang bisa kamu jadikan alasan untuk tersenyum. Kalau aku sih memang orangnya gampang senyum. Liat kupu-kupu terbang aja aku senyum kok. Tapi kalau yang terbang kecoak, aku bakal ngibrit sambil teriak ketakutan kaya ngeliat pembunuh sadis (walaupun sebenarnya aku belum pernah ketemu sih, ehehehe…).


Udah, sekian itu aja pendapatku tentang orang yang moody. Beres ya, Kak Rin!

Gaya Berpakaian Sehari-hari

Halo pembaca kece!

Aku balik lagi dengan tantangan ke-67 BC dari Mbak Vera. Mbak Vera pengen kami berbicara tentang fesyen. Uuuuuuuuh! Ngga biasanya ini! Iya, jadi Mbak Vera mau kami cerita tentang gaya berpakaian kami sehari-hari. Waktu topik ini dicetuskan, aku langsung bingung, apa yang mau diceritakan, lha aku sukanya pakai setelan gembel. Tapi ya udahlah, pelan-pelan aku ceritain.

Kaos oblong + celana pendek
bacadata.com
Ngomong-ngomong tentang gaya berpakaian, aku itu tipe orang yang ngga mau terlalu ribet. Aspek yang paling aku perhatikan setiap memilih pakaian yang akan aku kenakan itu cuma dua. Pertama, kenyamanan. Nah, aku paling ngga suka pakai sesuatu yang bikin aku ngga nyaman, celana jenis blue jeans misalnya. Celana jenis ini cenderung kasar dan kaku. Kadang kulitku lecet kalau mengenakan celana jenis ini. Maka dari itu, untuk celana panjang, aku lebih memilih mengenakan celana bahan atau biasa disebut celana keper untuk hampir di semua kesempatan, ngga peduli itu acara formal atau informal. Bahkan untuk jalan ke pusat perbelanjaan modern sekalipun aku lebih suka mengenakan celana berbahan katun ini.

Pernah beberapa kali aku menerima olokan karena memakai celana bahan dengan alasan celana ini terlihat sangat formal atau terkesan seperti orang yang sudah tua. Kadang, kalau mood-ku sedang ngga bagus, aku akan tersinggung, tapi sebentar doang. Ini jarang sih. Soalnya aku bakal mikir ulang, buat apa tersinggung dengan penilaian orang tentang celanamu? Kamu beli celana itu ngga pakai uang mereka, dan lagi, yang pakai celana itu kamu, lho, bukan mereka, yang ngerasain nyamannya ya diri kamu sendiri.

Aspek yang kedua yaitu tujuan. Ini biasanya terkait dengan atasan. Jadi jika acara atau kegiatan yang akan aku tuju itu sifatnya formal, aku akan memilih atasan kemeja atau paling ngga polo shirt (kaos berkerah). Sedangkan jika kegiatan tersebut ngga formal, aku akan memakai kaos oblong atau singlet yang dipadukan dengan jaket.

Ini yang paling mendekati, kaos oblong
+ celana kolor + sendal jepit
tokopedia.com
Sebenarnya ada beberapa hal lain yang juga jadi pertimbanganku dalam memilih pakaian. Misalnya kecocokan warna atasan, bawahan, dan sepatu. Selain itu, lama penggunaan pakaian tersebut juga kadang aku pikirin. Jadi kalau itu cuma dipakai sebentar, aku akan memakai baju-baju lama, yang sablonan atau warnanya ngga cerah lagi. Tapi kalau baju itu akan digunakan cukup lama, seharian misalnya, maka aku akan memilih baju yang lebih baru dan kondisi yang masih enak dipandang mataku.

Nah, terakhir, nih, kalau aku ngga pergi kemana-kemana, pakaian yang aku kenakan itu adalah kaos oblong dan celana kolor sebatas lutut atau di atasnya. Kadang kalau harus keluar untuk beli sesuatu, celana kolornya aku ganti dengan celana training.


Jadi, begitulah gaya berpakaianku sehari-hari, Mbak Ver. Semoga bisa menjawab rasa penasaran Mbak.

Ingin Dilahirkan Kembali sebagai Siapa?

Halo pembaca kece!

Di postingan kali ini, BC 66, aku mau menjawab tantangan dari si Ihsan. Dia mau aku berandai-andai jika aku bisa dilahirkan kembali, aku memilih untuk dilahirkan sebagai siapa. Langsung aku jawab aja deh ya.

Aku memilih untuk tetap menjadi diriku sendiri.


Iya, walaupun misalnya aku bisa dilahirkan kembali dengan sosok yang berbeda, aku akan tetap memilih untuk dilahirkan menjadi diriku sendiri. Ngga peduli berapa banyak luka tercipta, ngga peduli berapa liter darah yang telah terbuang, ngga peduli jutaan kesalahan yang udah aku buat, aku tetap ingin menjadi diriku sendiri.

Kenapa? Karena aku percaya setiap orang diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan, dengan kebaikan dan keburukan. Semua punya porsinya masing-masing. Seseorang hanya terlihat sempurna di mata orang lain, tapi di balik kesempurnaan itu, siapa bisa menjamin kalau dia ngga punya kekurangan.

Mungkin kamu bisa aja melihat hidup seseorang lancar, ngga menghadapi masalah, punya fisik yang indah, kondisi keuangan yang stabil, tapi apa kamu tau masalah yang disembunyikannya? Engga, kan?

Mungkin, jika aku bisa dilahirkan, kembali, aku ingin memperbaiki beberapa kesalahan di masa lalu yang berkaitan dengan diriku sendiri. Eh, tapi setelah aku pikir-pikir, kayanya ngga usah deh. Apapun yang terjadi di masa lalu, apapun, telah membentuk aku yang sekarang. Jika ada satu saja bagian dari masa lalu yang berubah, maka aku ngga akan seperti sekarang ini.

Aku hanya sedang mencoba bersyukur, menerima semua yang telah terjadi, semua yang telah diberi. Keluargaku, termasuk kucing-kucingku, teman-temanku, kekuranganku, kelebihanku, bahkan kesakitanku, semuanya deh.

Jadi sekali lagi, jika aku bisa dilahirkan kembali, aku hanya akan meminta untuk dilahirkan menjadi diri sendiri.


Oke, tantangan dari si Ihsan udah aku jawab, yaaaaaa! Lanjut ke tantangan berikutnya!

Guru Paling Berkesan untukku

Haloooooo! Ya ampun udah lama banget rasanya ga posting tulisan untuk BC. Ga dapet kesempatan untuk pegang laptop selama dua bulan belakangan ini. Kalaupun bisa pegang, pikiran ga bisa diajak serius. Tapi alhamdulillah sekarang udah bisa balik lagi.

Di postingan kali ini, topik BC ke- 65, si Hera minta para ABC untuk menceritakan tentang guru yang paling berkesan menurut kami, kesan yang baik, tentu aja. Aku udah nemu beberapa nama sih untuk dimasukkan ke dalam daftar guru yang berkesan. Tapi yang bakal aku cantumkan di sini cuma 3 orang aja. Bukan berarti yang lain ngga berkesan, hanya aja 3 orang ini yang langsung kepikiran.

                         1. Pak De Kijo

Pak De Kijo jadi icon untuk pencarian SMA Negeri 1 Kuala, Langkat
id.geoview.info
Nama asli bapak ini adalah Sukijo, tapi di sekolah lebih akrab dipanggil Pak Kijo. Nah, terus kenapa aku panggil Pak De*? Iya, soalnya Pak De Kijo ini juga guru Ummiku waktu SMP, jadi berasa dekat.

Aku ketemu Pak De Kijo di bangku kelas XI dan XII. Beliau mengampu mata pelajaran biologi karena memang waktu SMA aku memilih jurusan IPA (lalu berkhianat karena lanjut kuliah di jurusan bahasa Inggris, ehehehe).

Yang membuat Pak De Kijo berkesan untukku adalah karena walaupun beliau termasuk guru yang dihormati di sekolah, beliau ngga membuat batas tebal antara guru dan siswa, sehingga kami para siswanya merasa nyaman untuk belajar. Kegiatan belajar mengajar juga menyenangkan karena beliau menyisipkan cerita pengalamannya terdahulu dan juga menganalogikan materi pembelajaran ke dalam contoh kongkrit di kehidupan nyata.

Dulu, waktu lebaran, kami pasti janjian untuk datang mengunjungi rumah Pak De, halal bihalal. Nah, saat di rumah, Pak De Kijo lebih santai lagi dibanding di sekolah. Beliau ngga akan segan duduk di atas tikar bersama kami, sambil bercanda dan mengobrolkan bermacam-macam topik. Bahkan pernah, lho, Pak De memeriksa telapak tangan kami bergantian, mengecek apakah ada penyakit serius yang kami derita. Sayang, sekarang kami udah berpencar kemana-kemana, sulit untuk bisa ngumpul.

2. Pak De Sis

siap-sekolah.com
Lagi-lagi, karena alasan kedekatan, aku juga memanggil guruku ini dengan sebutan Pak De. Nama lengkapnya Siswoyo. Dulu waktu masih bujangan, Pak De Sis ini merupakan partner in crime-nya Abiku. Jadi udah berasa kaya saudara.

Aku diajar Pak De Sis waktu kelas VII, mata pelajaran matematika. Cara mengajar Pak De unik. Kadang beliau mengajar sambil melawak, kadang juga disisipi trik sulap.

Yang paling membekas dari Pak De Sis adalah hukumannya. Jadi, Pak De Sis ini termasuk guru yang berorientasi pada soal latihan. Jadi setiap selesai menjelaskan tentang satu materi, Pak De Sis akan memberikan beberapa butir soal. Yang membedakan Pak De Sis dengan guru lain adalah beliau akan memberikan hukuman untuk kesalahan di setiap butir soal. Jadi kalau ada lima soal dan kami salah semua, maka kami akan di hukum lima kali. Hukumannya apa?

Hukuman dari Pak De cuma 3 jenis kok. Pertama, Pak De Sis akan memukul ujung jari tangan kami yang telah dikerucutkan. Ngga tanggung-tanggung, beliau memukulnya menggunakan penghapus papan tulis. Pada inget kan kalau dulu penghapus papan tulis terbuat dari kayu tebal? Nah, kalau ngga ada penghapus, beliau akan memukul ujung jadi kami dengan penggaris kayu besar. Ini berlaku untuk siswa dan siswi.

Hukuman kedua adalah cubit di leher. Bukan cubit yang sampai meninggalkan bekas biru-biru, kok. Tapi katanya sih sakit juga. Ini hanya berlaku untuk siswi. Terakhir, cubit di dada. Sama seperti cubit di leher, ini juga ngga meninggalkan bekas, tapi sakit. Cubit di dada ini berlaku untuk siswa.

Yang aneh dari hukuman ini adalah kami harus mengatakan ‘Terima kasih, Pak’ setelah beliau menghukum kami. Dan lagi, saat-saat pemberian hukuman (ngomong-ngomong, Pak De Sis menyebut hukuman ini sebagai hadiah) adalah yang paling kami tunggu setelah pengumuman jawaban benar. Kami akan menertawakan teman yang diberi ‘hadiah’. Serius, deh, walaupun ini namanya hukuman, ngga ada satupun dari kami yang ketakutan. Semua senang. Dan aku cukup bersyukur selama satu tahun diajar oleh Pak De Sis, aku cuma pernah sekali dipukul di ujung jari dan sekali dicubit di dada. Yang langganan dihukum, banyaaaaaaaaaaaaak. Ahahahaha!

3. Pak Musa

Guru yang terakhir, namaya Pak Musa. Beliau ini adalah guru seni rupa di kelasku mulai dari kelas X sampai XII. Orangnya berbakat banget. Gambarnya itu rapi dan bagus. Kami jadi mudah meniru jika diberi tugas menggambar. Pak Musa juga termasuk pribadi yang santai, yang penting ngga keterlaluan. Soalnya kalau marah, serem juga. Cukup sekali deh kami dimarahi, walaupun di kemudian hari hal itu jadi bahan bercanda di antara kami.

Yang membuat Pak Musa berkesan bagiku adalah saat kami diminta untuk membuat prakarya sebagai tugas akhir mata pelajaran seni rupa kelas XII. Kami sekelas diminta membuat miniatur dari sterofom. Awalnya Pak Musa memilih rumah sebagai objek, namun karena terlalu rumit, objek miniatur diganti menjadi taman. Jadilah selama dua bulan, beberapa hari dalam seminggu, kami mengerjakan tugas itu bersama-sama sepulang sekolah. Dan yang membuat aku senang adalah saat Pak Musa mempercayakanku untuk menuangkan ide kreatifku tanpa harus meminta izin dari beliau. Pak Musa hanya sesekali mengarahkan dan memberi saran, selebihnya itu buah pikiranku dengan dibantu beberapa teman sekelasku.

Kenapa begitu istimewa? Entahlah, tapi saat itu aku merasa keberadaanku diperhitungkan, suaraku didengar, ideku dihargai. Ada perasaan bangga saat miniatur tersebut selesai dan mendapat apresiasi. Ah, susah diungkapkan dengan kata-kata, deh.


Oke, jadi tiga guru ini yang menurut aku paling berkesan. Kalian gimana, ada cerita tentang guru yang berkesan juga? Bagi-bagi dong!

Saturday, January 13, 2018

Episode Tsuredure Children Favoritku

Halo Pembaca Kece!

Ya ampun! Udah lama banget kayanya ga ngepost di sini! Abis kena badai tugas akhir yang diselingi dengan libur akhir tahun, lalu dilanjutkan dengan masa penantian nilai yang mendebarkan, akhirnya aku bisa bikin tulisan lagi. Di postingan kali ini, topik BC emang beneran tantangan, datangnya dari Amru. Dia minta para ABC untuk menonton satu anime serial bertajuk Tsuredure Children dan menentukan episode yang paling kami sukai. Asyik sih, karena kebetulan aku juga suka nonton anime. Oke, aku bahas tentang animenya dulu ya.

Tsuredure Children
www.aminoapss.com
Tsuredure Children adalah anime yang diadaptasi dari manga 4 panel (contohnya kaya komik strip Tahilalat). Anime ini mulai tayang pada Juli hingga September 2017, masih baru, dan disulih suara juga dalam bahasa Inggris. Ada 12 episode yang masing-masing berdurasi ngga sampai 15 menit. Nah, anime ini mengisahkan tentang siswa SMA di salah satu sekolah yang terlibat masalah romantika remaja. Aku ngga tau awalnya kalau anime ini mengusung tema omnibus (ada beberapa cerita dalam satu plot), baru tau setelah nonton.

Kalau boleh jujur, aku pusing waktu nonton episode demi episode. Iya, soalnya satu episode itu isinya empat cerita. Jadi sepotong cerita A, sepotong cerita B, dan seterusnya. Kebetulan emang ngga begitu konsentrasi waktu nonton ini, jadi setiap nonton episode baru, aku harus mengingat dulu ini potongan cerita yang mana, ini lanjutan untuk cerita yang mana. Ga tau deh, mungkin akunya yang bego, karena aku baca salah satu review-nya di internet, ada yang bilang kalau anime ini keren, yang bikin jenius.

Salah satu adegan
www.anime-planet.com
Mengenai isi ceritanya, semuanya punya masalah yang sama, komunikasi. Iya, jadi keempat cerita ini mengisahkan perjalanan asmara anak SMA yang mana karakternya itu kebanyakan mikir. Jadi kaya misalnya nih, ada satu pasangan, si cewek pengen mesra-mesraan sama si cowok tapi do’i ga berani bilang karena takut dibilang murahan lah, malu lah, segala macam. Nah, si cowok sebenarnya juga pengen bermesraan dengan si cewek, tapi gitu juga, takut si cewek bukan tipe cewek yang mau diajak bermesraan, dan sebagainya. Jadi sebenarnya isi anime ini kebanyakan monolog si tokoh di kepalanya. Aku yang nonton aja geregetan sendiri kok. Tapi syukurlah. Di episode-episode terakhir, setelah masing-masing tokoh berani mengungkapkan isi hatinya ke pasangan mereka, apa yang selama ini mereka inginkan bisa kesampaian.

Jadi yang mana episode yang paling aku suka? Episode 11 dan 12. Kenapa? Karena di episode ini akhirnya para tokoh berani mengungkapkan apa yang diinginkannya. Sedangkan sepanjang episode 1-10, masing-masing karakter pada jaim. Lha sama pasangan kok jaim?! Kalau sama pasangan aja ngga bisa jadi diri sendiri, buat apa punya pasangan? Bukannya pasangan itu harus bisa menerima kita apa adanya? Eh, kok melebar, ahahahaha!

Secara keseluruhan, aku kasih penilaian 7.5/10 untuk anime ini. Ngga terlalu tinggi karena bikin aku bingung. Tapi gambarnya bagus kok, lebih manusiawi dibanding anime pada umumnya yang tokohnya punya kepala gede ga sesuai postur badannya, atau punya toket segede semangka. Dan lagi dari anime ini aku bisa belajar kalau komunikasi itu penting dalam hubungan, biar kedua pihak memahami pasangannya. Halo! Pasangan kamu bukan ahli pembaca pikiran. Kalau kamu mau ya bilang, ngga usah ngarep do’i peka sendiri. Terakhir, aku ngga merekomendasikan anime ini untuk ditonton oleh anak di bawah umur 18 tahun, soalnya banyak banget adegan dewasa dan kata-kata vulgar yang muncul.


Nah, sekian dari aku. Tantangan kali ini beres, ya, Ru!

Wednesday, December 6, 2017

Seniman Favoritku

Halo Pembaca Kece!

Nadya bikin aku bete lagi dengan ngasih topik yang ngga asik. Doi mau ABC cerita tentang seniman yang kami suka. Bukan apa, ya, aku ngga pernah terlalu terobsesi atau terlalu mengidolakan seseorang. Makanya agak bingung waktu dikasih topik ini. Tapi namanya juga tantangan, kalau gampang ngga asik dong, ya? Oke, langsung masuk ke pembahasan aja.

Rihanna

Si hitam manis ini udah menemaniku sejak jaman aku SD. Lagu pertamanya yang akrab olehku adalah Unfaithful. Aku langsung suka sama lagu itu saat pertama kali dengar. Tapi waktu itu aku ngga tau kalau yang nyanyi lagu itu Mbak Ri-Ri, panggilan akrabnya. Aku baru beneran kenal dengan Mbak Ri-Ri setelah lagu Umbrella-nya booming di TV, di program MTV yang tayang di GlobalTV.

Mbak Ri-Ri
www.defendernetwork.com
Masuk jaman SMP, saat internet mulai berkembang, aku mulai mencari lagu-lagu lain yang dinyanyikan oleh Mbak Ri-Ri. Ada beberapa yang aku ingat, seperti Cry, Disturbia, Don’t Stop the Music, Pon de Replay, Music of the Sun, dan masih banyak lagi. Sampai sekarang masih aku simpan di laptop. Kadang kalau kangen juga aku putar sesuai suasana hati. Kalau suasana lagi melankolis, aku akan dengerin lagu Cry, sedangkan kalau lagi semangat atau lagi butuh semangat, aku akan memutar lagu Good Girl Gone Bad atau Don’t Stop the Music.

Sampai sekarang aku masih mengikuti perjalanan karir Mbak Ri-Ri. Setiap doi merilis lagu baru atau menjadi pasangan duet, aku pasti mencari lagunya dan mengunduh lagu itu jika menurutku lagu itu enak didengar.

Charlie Puth

Babang Charlie
www.aminoapps.com
Pasti kamu udah pada kenal dengan Babang Imut yang satu ini. Babang yang pertama kali terkenal lewat lagu See You Again yang merupakan original soundtrack film Furious 7 ini menurut aku memang punya wajah yang imut. Babang ini mulai mencuri hatiku semenjak merilis lagu We Don’t Talk Anymore bareng Selena Gomez. Lagu-lagu berikutnya juga berhasil mencuri perhatianku seperti Dangeriously, Attention, dan yang teranyar How Long.

Kalau ditanya apakah aku ingin bertemu dengan Babang Charlie atau paling engga nonton konsernya, aku akan menjawab engga. Aku Cuma pengagum karyanya. Eh, tapi kalau ada yang mau kasih aku tiket konsernya, sekaligus biaya akomodasi dan tetek bengek perjalanan lain dengan cuma-cuma, aku ngga akan nolak juga, hehe…

Shawn Mendes

Dedek Shawn
www.goodmomusic.net
Yang terakhir adalah Dedek Tampan ini. Ngga nyangka kalau doi seusia adekku. Aku kira Dedek ini sebaya sama Babang Charlie, ternyata beda jauh. Dari awal muncul di TV, aku udah suka sama lagunya, Stitches. Terus doi ngerilis lagi beberapa lagu, Imagination, Never be Alone (lagu ini sukses bikin aku melankolis), I Know What You Did Last Summer (ini kolaborasi sama Camila Cabello), Mercy, terus yang terakhir There’s Nothing Holding Me Back. Ada beberapa lagu lain, tapi aku ngga suka, jadi ngga aku cantumkan di sini.

Sama kaya perasaanku ke Babang Charlie, aku cuma sebatas mengagumi karya Dedek Shawn, dan video-video cover-nya di Youtube, juga kemampuan bernyanyi si Dedek. Berbicara tentang kemampuan bernyanyinya, aku cukup salut, soalnya suara Dedek Shawn waktu penampilan langsung dan rekaman itu ngga terdengar berbeda. Ngga banyak lho penyanyi yang bisa begitu.


Nah, aku rasa tiga aja udah cukup. Udah ya, Nad. Lanjut!

Hal yang Aku Harap Aku Tau Saat Masih 12 Tahun

Halo Pembaca Kece!

Di postingan kali ini aku mau cerita tentang apa, ya, bisa dibilang masa lalu, tapi ngga kejadian. Topik ini dari Wawa, hal yang aku harap aku tau pada usia 12. Umur 12 tahun, berarti aku masih duduk di kelas 6 SD. Aku harus mikir cukup keras untuk menyelesaikan topik ini, dan ternyata cuma dapet 3 hal. Langsung aku bagi aja ya!


Belajar Sopan Santun

Ummi dan Abiku adalah perantau. Ngga ada saudara yang tinggal di dekat rumah kami. Otomatis intensitas pertemuanku dengan mereka juga lebih jarang. Mungkin hanya satu atau dua kali setahun, waktu lebaran atau waktu ada acara keluarga. Ini membuat aku kurang mendapat pembelajaran kesantunan, misalnya mencium tangan orang yang lebih tua saat bertemu atau berpamitan dengan mereka. Ummi dan Abi memang membiasakanku untuk mencium tangan mereka, tapi hanya jika akan pergi jauh atau dalam waktu yang cukup lama aja. Kalau ke sekolah, atau ke pasar, ngga ada.

Berpamitan sebelum Pergi
www.hellovianovia.blogspot.co.id
Masalah timbul saat memasuki masa SMP dan SMA. Jika jam sekolah berakhir lebih cepat, aku dan beberapa temanku akan bepergian, mengunjungi rumah salah seorang dari kami. Pasti kami akan bertemu dengan orang tua temanku, dan saat tiba di rumah temanku itu, teman yang lain akan berbaris, menyalami orang tua si tuan rumah. Aku ikut baris, kok. Ikut salaman juga. Tapi ada rasa janggal, sungkan untuk melakukannya, karena biasanya hanya aku lakukan kepada Ummi dan Abiku.
Hal ini juga terjadi saat aku pulang kampung. Begitu tiba di rumah saudara, aku akan menyalami mereka satu per satu. Mungkin untuk ke saudara, aku memaklumi. Tapi jika kebetulan ada tamu yang berkunjung di rumah saudaraku, rasa janggal dan sungkan waktu bersalaman itu muncul lagi. Bahkan ini masih berlangsung hingga sekarang meskipun sedikit banyak rasa janggal dan sungkan bisa aku atasi.

Selain sopan santun, beberapa adat atau kebiasaan terkait dengan hubungan kekeluargaan juga aku kurang memahami. Misalnya dulu waktu kakek dari Abi meninggal, semua cucunya yang hadir mencium pipi dan dahi jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir, kecuali aku. Kenapa? Because no one tells me. Terdengar sederhana, tapi bahkan justru hal sesederhana itupun aku ngga tau, kan parah. Tapi mau gimana lagi, memang ngga pernah diajarkan. Karena biasanya hal-hal semacam itu diajarkan turun temurun secara natural, saat ada kejadian. Nah, di kasusku, aku jauh dari saudara. Dan ngga semua acara keluarga yang bisa aku hadiri karena masalah jarak dan waktu ini. Jadi kemungkinan aku untuk tau perilaku-perilaku semacam itu juga kecil karena jarang mengikuti  acara keluarga. Sekarang, aku berharap kalau waktu aku umur 12 tahun, aku tau itu semua.


Olahraga Itu Penting!

Aku akui, aku pemalas. Hampir dalam segala hal. Bahkan dulu waktu masih SD, makan aja aku enggan karena males mengunyah makanan. Ramadhan selalu aku nanti karena saat ramadhan aku ngga perlu tiga kali makan dalam sehari.

Nah, untuk makan aja males, apalagi olahraga. Serius, aku males banget untuk menggerakkan anggota badan, sekedar olahraga ringan. Dalam seminggu, aku Cuma sekali olahraga, yaitu saat ada pelajaran penjaskes di sekolah. Kalau misalnya materi saat itu teori, berarti aku ngga olahraga sama sekali minggu itu.

Olahraga
www.bacaberita.com
Saat SMA, Ummi sama Abi mulai protes karena aku masih juga males olahraga. Kalau libur, abis sholat subuh aku tidur lagi sampai jam 9 atau 10 pagi. Tapi gimana, karena ngga dibiasakan olahraga dari kecil, rasa malas itu susah pergi.

SMA kelas 3, aku mulai menyesali kemalasanku. Tubuhku minim mengalami pertumbuhan. Cungkring, pendek, juga kaku. Di kelas, pasti jadi siswa terpendek kedua atau ketiga. Badanku juga ngga mengembang seperti teman-temanku. Harusnya di usia remaja, dada mulai bidang, di lengan dan paha udah mulai membesar karena volume otot bertambah. Nah, aku engga, segitu aja.

Baru bener-bener berusaha berubah waktu kuliah. Mulai olahraga-olahraga ringan, bareng temen atau sendirian. Tapi ternyata semua udah terlambat. Badanku ngga menunjukkan tanda perubahan yang berarti.

Ngga ada perubahan ngga lantas membuat aku berhenti untuk olahraga kok. Karena udah sadar pentingnya olahraga, sampai sekarang aku akan menyempatkan waktuku untuk olahraga, sekedar meregangkan otot supaya ngga kaku.


Kebersihan Itu Penting!

Mengikat Gigi
www.southtempledental.com
Poin terakhir ini tentang kebersihan, terutama masalah di dalam mulut. Dulu ngga dibiasakan untuk sikat gigi dua kali sehari. Ini jadi terbawa sampai sekarang. Kadang dua kali sih, tapi ngga selalu. Cuma efeknya itu, lho, gigiku jadi berkarang. Emang ada cara instan. Tapi cara instan kan ngga begitu baik untuk badan. Yah, sekarang ini, masih mengusahan diri untuk menjaga kebersihan, ngga cuma mulut, tapi seluruh tubuh dan lingkungan sekitar, walaupun mandi cuma sekali sehari, hehe.


Udah, tiga hal ini aja yang aku harap aku tau lebih awal. Ada sih hal lain, tapi itu rahasia. Nah, kalau kamu, apa yang kira-kira kamu harap kamu tau lebih awal? Bagi di kolom komentar dong!

Tantangan Olahraga selama 3 Hari. Berhasil?

Halo Pembaca Kece!

Olahraga
www.bobo.grid.id
Di tulisan kali ini, aku ngga akan cerita hal-hal yang berbau pribadi, soalnya topik minggu ini beneran tantangan. Iya, melakukan tantangan. Jadi Bang Boy minta ABC untuk mengerjakan satu jenis olahraga selama tiga hari berturut-turut dengan durasi setiap harinya minimal setengah jam. Apakah aku berhasil? Ya jelas lah, aku kan emang rutin olahraga, seengganya 3-4 kali seminggu. Ini spesial karena diminta sama Bang Boy, aku laksanakan.

Nah, selama di Solo, aku belum menemukan pusat kebugaran biasa (bukan yang terkenal kaya pusat kebugaran di mal, tapi sekarang udah ketemu kok) yang dekat dengan asrama. Jadi aku hanya olahraga di kamar, pagi hari, selepas subuh. Olahraga ringan aja kok, gerakan pemanasan dinamis, dilanjut 10 kali 2 set push up dan 10 kali 2 set sit up, lalu ditutup gerakan pendinginan statis. Untuk gerakan pemanasan dan pendinginannya, aku cari contoh gerakannya di Youtube, punya Bang Bobby Ida. Satu sesi olahraga biasanya memakan waktu 10-15 menit. Ini aku cantumin video Bang Bobby untuk pemanasan dan pendinginan.



Tantangan yang dibuat Bang Boy kan mengharuskan kami berolahraga seengganya selama setengah jam, daripada aku ribet nambahin jenis olahraganya, jumlah gerakannya yang aku tambah. Jadi kalau biasanya cuma 20 push-up dan 20 sit-up, ini aku tambah jadi 40 push-up dan 40 sit-up dengan jeda istirahat sebentar setelah hitungan kelipatan 10.

Apa kemudian aku berhasil? Ya, aku bisa olahraga setengah jam di pagi hari selama tiga hari berturut-turut. Ngga susah, sih. Soalnya kan memang biasanya aku olahraga walaupun ngga setiap pagi. Jadi ngga harus berusaha terlalu keras.

Kemudian tentang manfaat, jujur, olahraga tiga hari berturut-turut itu ngga punya pengaruh yang signifikan sama sekali. Bahkan walaupun itu seminggu. Dan memang untuk badanku, aku malah ngerasa berbeda waktu aku ngga olahraga. Jadi misalnya selama seminggu aku ngga ada olahraga sama sekali, badanku bakalan terasa ngga nyaman. Ciri-cirinya bisa mudah lelah, sendi agak kaku, baru naik tangga ke lantai 2 atau 3 tapi napas udah ngos-ngosan, atau beberapa bagian tubuh kaya paha, lengan, dada, dan perut terlihat menggelambir. Makanya aku usahakan seengganya dalam seminggu aku ada sekali olahraga (waktu lagi sibuk).

Berbicara tentang kesulitan yang aku hadapi, masalah utama itu rasa malas. Jadi biasanya aku bangun jam 4 pagi. Ibadah sampai sekitar jam 5. Nah, setelah jam 5 inilah masa yang paling menentukan. Kalau aku rebahan lagi di kasur sambil main hp, bisa dipastikan aku baru akan olahraga jam 6 lewat atau malah ngga olahraga sama sekali. Apalagi jika itu selasa dan rabu, aku kuliah pagi, jam 8. Paling engga, jam setengah 7 aku harus udah selesai olahraga, karena jam setengah 8 sarapan. Waktu olahraga dan makan ngga boleh terlalu dekat. Minimal 2 jam. Tapi aku pangkas jadi 1 jam karena mepet. Yang ini jangan ditiru ya!

Aku memang memilih pagi sebagai waktu yang tepat untuk olahraga karena badanku masih segar. Udara pagi yang masuk ke kamar juga segar, jadi kalau berkeringat di kamar ngga pengap atau bau karena langsung diganti dengan udara dari luar. Kalau siang, bisa, tapi siang biasanya aku kuliah atau ngerjain tugas. Ngga enak kalau waktu ngerjain tugas dipotong olahraga. Kalau malam, badanku udah lelah, ngantuk juga. Selama di Solo, jam 9 itu biasanya aku udah tenggelam di dunia mimpi lho. Bisa sih, dipaksa sampai tengah malam, tapi besok paginya kepalaku bakalan pusing.

Nah, tantangannya kan udah beres nih, ya. Pasti ada rencana lanjutannya dong, ya? Iya, selain olahraga ringan di pagi hari, aku juga berencana akan kembali menyambangi pusat kebugaran karena seperti yang udah aku bilang di awal, aku udah nemuin pusat kebugaran yang biasa, jaraknya ngga begitu jauh dari asrama. Tapi rencana ini baru terealisasi kalau udah ada motor sih. Soalnya kalau naik Gojek, nambah biaya lagi. Mau nebeng sama temen, waktuku jadi ngga fleksibel. Kalau sendirian kan bebas, mau satu jam, dua jam, atau seharian, terserah aku.


Oke, ini aja yang bisa aku ceritakan tentang tantangan dari Bang Boy. Thanks udah kasih tantangan ini. Kalau kamu gimana? Hobi olahraga? Olahraga apa? Cerita dong! Kali aja aku bisa ikutan.

Tuesday, November 21, 2017

5 Karakter Film dan Anime Idolaku

Halo Pembaca Kece!

Di postingan kali ini, topik ke-60 BC, aku mau cerita tentang tokoh-tokoh favorit aku di beberapa film dan anime yang pernah aku tonton. Topik ini dari aku sendiri. Sengaja sih, soalnya topik sebelumnya bahas hal berat mulu. Adek kan lelah, ahahahaha…

Selain memasak, aku juga suka nonton. Awalnya cuma nonton program televisi, entah itu film atau kartun, lalu beranjak ke nonton film ke bioskop. Ngga sering sih. Paling engga, dulu waktu SMA, sebulan atau dua bulan sekali pasti mampir ke bioskop.

Tamat SMA terus hijrah ke Medan, bisa dibilang aku hampir ngga pernah mampir ke bioskop padahal ngga sedikit bioskop yang ada di Medan. Seingat aku, selama 5 tahun aku berguling cantik di jalanan Kota Medan, aku cuma pernah 3 kali ke bioskop. Itupun karena diajak si Amru.

Bukan tanpa alasan, sih. Waktu SMA aku masih tinggal sama Ummi Abi. Tiap mau “jalan” bisa minta uang jajan sama mereka. Nah, semenjak hijrah, nominal uang dikasih patokan, terbatas. Dan memang aku mintanya ngepas banget. Alhasil aku harus rela ngga menjalang ke tempat-tempat yang bisa mengosongkan sakuku dalam sekejap.

Beruntung, aku punya kawan kaya Wawan dan Amru. Dari mereka aku kenal dengan dunia per-download-an film dan anime. Mereka yang ngajarin cara mengunduh film atau anime dengan software Torrent. Hasilnya, laptopku penuh dengan film yang bisa kapan aja aku tonton. Sekarang giliran aku yang bingung karena kapasitas penyimpanan di laptop udah nyaris abis, tapi mau hapus film sayang. Mau beli harddisk eksternal juga ngga punya uang lebih. Miris. Eh, kok malah curhat?! Udah deh, ini tokoh yang aku suka!


5 Tokoh Kesukaanku


Baymax

Baymax memeluk Hiro
www.ohmy.disney.com
Kalau kamu pecinta film animasi, pasti kenal dengan tokoh yang satu ini. Iya, Baymax, robot gendut berwarna putih yang merupakan robot asisten kesehatan pribadi ciptaan Tadashi Hamada dalam film Big Hero 6 yang dirilis tahun 2014. Sayangnya, Tadashi meninggal di awal cerita, membuat adiknya, Hiro Hamada, depresi akut. Di tengah masa beratnya itu, Baymax muncul, membangkitkan kembali semangat Hiro untuk melanjutkan hidupnya.

Yang aku suka dari Baymax adalah kepolosannya, karena doi robot yang akan merespon sesuai dengan pengaturan programnya. Selain itu, postur tubuhnya yang bongsor juga bikin gemes. Dan hal yang bikin aku pengen banget punya robot yang kaya Baymax adalah karena doi suka memeluk, jadi aku ngga perlu ngemis pelukan dari manusia waktu aku butuh. Cukup Baymax.


Doraemon

Doraemon dan Dorayaki
www.123emoji.com
Tokoh utama di film kartun maupun serial bertajuk sama ini pasti dikenal seantero Indonesia, terutama mereka yang lahir di tahun 90-an. Aku selalu nunggu serial kartun ini tayang di salah satu stasiun televisi swasta setiap minggu pagi. Ngga perlu cerita banyak tentang kartun ini karena pasti banyak yang udah tau.

Aku suka Doraemon karena doi punya kantong ajaib yang berisi peralatan canggih dari abad 22 yang biasa digunakan untuk membantu Nobita dalam menghadapi setiap masalah. Bersama dengan Doraemon, aku seperti diajak bermimpi tentang masa depan, terus balik ke masa kecil di mana semuanya terasa mudah, saat jatuh, yang terluka cuma lutut, bukan hati.


Toothless

Imutnya Toothless
www.1d4chan.org
Yang suka sama film How to Train Your Dragon mana suaranya?! Kalian pasti kenal Toothles alias Si Ompong dong, ya? Toothless ini naga peliharaan Hiccup. Doi memberi nama ompong karena awalnya doi ngeliat Toothless ini ngga punya gigi. Padahal giginya Toothles itu tipe gigi yang bisa disembunyikan, cuma muncul di saat tertentu aja.

Aku suka liat ekspresi Toothless waktu lagi main bareng Hiccup, lidahnya melet-melet, matanya gede, adorable, kaya anak anjing. Jadi pengen punya satu, yang kecil aja untuk jadi teman di kamar, hehe.


Hermione

Cewek cerdas ini adalah salah satu tokoh utama di novel dan film seri Harry Potter. Ia merupakan sahabat Harry yang biasanya sangat membantu dalam setiap pemecahan masalah yang dihadapi Harry dan teman-temannya.

Aku kagum dengan tokoh ini karena hobinya, yakni membaca. Kemana-kemana bawa buku, baca. Bukan buku novel, tapi buku pelajaran. Aku berharap bisa kaya doi.


Sorata Kanda

Sorata dan Hikari yang Kawaii
www.myanimelist.cdn-dena.com
Kalau di animenya, Sakurasou no Pet na Kanojo atau Gadis Peliharaan di Asrama Sakura, nama si Sorata ini Kanda Sorata, karena memang penulisan nama di Jepang itu dimulai dari nama keluarga dulu lalu diikuti nama aslinya. Doi adalah seorang siswa SMA di SMA Suimei yang merupakan SMA yang memiliki divisi seni. Sorata digambarkan sebagai siswa yang tidak memiliki kemampuan istimewa seperti teman asramanya yang lain, dan itu membuatnya cukup tertekan.

Aku melihat diriku ada di dalam sosok Sorata. Di antara teman-temanku, aku merasa ngga punya sesuatu yang menjadi keahlianku. Dalam seni lemah, eksakta juga ala kadarnya, olahraga apalagi, ilmu sosial ngga usah ditanya. Karena merasa senasib sepenanggungan itulah makanya aku suka dengan karakter Sorata. Ada satu hal sih yang membedakan antara aku dan Sorata. Di episode-episode terakhir, Sorata akhirnya mengetahui apa yang diinginkannya dan berusaha untuk terus mengembangkan dirinya di bidang itu. Sedangkan aku, sampai saat ini belum menemukan di mana sebenarnya passion-ku.


Nah, mungkin 5 karakter ini aja yang bisa aku jabarkan di sini karena memang empat karakter ini cukup kena di hati. Ceilah! Aku selesai!

Monday, November 13, 2017

Menunggu atau Ditunggu?

Halo pembaca kece!

Aku mau bahas tentang tunggu-menunggu nih! Topik BC ke-59 ini diajukan oleh Syirah, ABC yang paling terakhir gabung. Si Syirah mau tau, kira-kira ABC lebih suka menunggu atau ditunggu. Oke, ini jawaban aku.


Menunggu atau Ditunggu?

Ada pepatah berbunyi, pekerjaan yang paling tidak menyenangkan adalah menunggu. Iya, menunggu memang ngga menyenangkan. Apalagi jika itu terkait dengan hal yang penting. Beberapa ada yang sadar kalau menunggu itu ngga enak, maka dari itu dia berusaha datang tepat waktu agar orang lain ngga merasakan ngga enaknya menunggu. Tapi ada juga yang karena tau ngga enaknya menunggu, memilih datang saat orang yang berjanji dengannya sudah ada di tempat janjian, dengan kata lain, membiarkan orang lain menunggunya.

Menunggu
www.capslocknet.com
Aku secara pribadi ngga suka menjadi orang yang menunggu ataupun yang ditunggu. Aku lebih suka jika dua orang yang berjanji untuk bertemu di tempat tertentu itu datang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, jadi ngga ada yang menunggu dan yang ditunggu.

Tapi namanya juga manusia, pasti ngga lepas dari namanya salah. Entah itu salah karena dirinya sendiri, atau karena situasi yang membuatnya salah. Tapi salah satu dosenku pernah bilang, situasi ngga akan bikin kita salah, selagi kita bisa menyiasatinya. Misalnya, kita janjian dengan teman di tempat yang jika ditempuh dengan sepeda motor, memakan waktu sekitar setengah jam. Nah, jika memang kita orang yang bisa menyiasati situasi, kita akan datang 45 menit atau satu jam sebelum waktu janjian, karena kita ngga tau apa yang akan kita hadapi di jalan nanti. Bisa macet, ban bocor, kecelakaan, dan sebagainya. Jika kita berangkat lebih cepat, mau macet juga kita bisa datang tepat waktu, atau jika macet parah, hanya bikin kita terlambat sekian menit.

Aku ngga suka menunggu, apalagi jika janjian di tempat yang ramai karena aku akan merasa seperti orang bodoh yang ngga tau mau ngapain. Aku sebenernya juga ngga suka jadi orang yang ditunggu, soalnya bakalan diketerin, bolak-balik dihubungi, disuruh cepat. Tapi karena aku lebih ngga suka menunggu, biasanya aku berangkat dengan waktu yang mepet banget, jadi kalau ada kendala sedikit aja di jalan, ya terlambat.

Cuma seiring makin tingginya umur yang menuntut untuk bisa tepat waktu, sekarang aku lagi belajar untuk ngga berangkat dengan waktu yang mepet banget dengan waktu janjian. Salah satu contohnya, sekarang berangkat kuliahnya 20 atau 30 menit sebelum perkuliahan di mulai, jadi seengganya 5 atau 10 menit sebelum perkuliahan aku udah di kelas walaupun isinya baru 3-4 orang. Doain aja deh ini ngga hanya bertahan sebulan-dua bulan tapi seterusnya.


Nah, ini pendapatku tentang menunggu atau ditunggu. Beres, ya, Syirah!

Monday, November 6, 2017

BC#58 Cara Mendapatkan Teman Baru

Halo pembaca kece!

Kali ini aku mau bagi-bagi tips tentang bagaimana cara mendapatkan teman baru dan cara mengakrabkan diri dengannya. Tenang aja, postingan ini masih berhubungan dengan BC kok. Topik ke-58 ini dari Fetty yang masih juga anggota baru ABC.

Namanya juga manusia, pasti membutuhkan yang namanya bantuan orang lain, entah itu didapatkan dengan membayar jasa atau dengan cuma-cuma berdasarkan hubungan pertemanan atau kekeluargaan. Nah, hubungan pertemanan ini berbeda dengan hubungan kekeluargaan yang didapat melalui hubungan darah. Hubungan pertemanan bisa didapat melalui beberapa faktor, diantaranya karena berada pada lokasi yang sama, memiliki kesamaan latar belakang atau riwayat hidup, memiliki hobi yang sama, rasa nyaman, dan faktor lain.

Lantas bagaimana jika kita berada pada lingkungan baru, ngga ada kenal dengan seorangpun di situ. Harus berusaha untuk berhubungan dengan orang baru dong, ya? Iya, harus. Kecuali kalau kamu di hutan, ngga ada orang lain selain kamu, baru deh kamu ngga harus membina hubungan baru dengan manusia.

Di sini aku mau bagi beberapa cara yang pernah aku praktikkan saat mencoba berteman dengan orang baru. Kamu ngga harus mengikuti semua cara ini karena belum tentu berhasil juga di kamu. Kalau di aku sih selama ini manjur. Oke, kita kupas satu-satu ya!


Ngobrol

Ngobrol
www.segiempat.com
Yup! Hal kedua yang aku lakukan setelah berkenalan adalah dengan mengobrol. Intensitasnya tergantung seberapa sering kami bertemu. Misalnya ini tetangga sebelah, kemungkinan kami untuk bertemu pasti lebih sering. Otomatis intensitas ngobrol kami juga meningkat. Nah, supaya obrolah berjalan menyenangkan, biasanya aku akan menyesuaikan topik dengan hal-hal yang ‘nyambung’ di kedua pihak. Misalnya, kami punya hobi yang sama, maka topik pembicaraan di awal perkenalan akan membahas seputar hobi kami. Atau jika dia punya ketertarikan terhadap sesuatu yang aku tau, aku akan berusaha agar kami membahas sesuatu itu.


Chatting Melalui Media Sosial

Chatting
www.zoho.com
Nah, langkah berikutnya, udah bisalah kami tukar-tukaran kontak di media sosial, entah itu Facebook, Instagram, atau aplikasi chatting semacam Whatsapp dan Line. Nah, di tahap ini, kami akan saling menggali informasi tentang diri lawan bicara. Itupun kalau dia mau. Kalau komunikasi hanya berlangsung satu arah, biasanya aku akan segera mengakhiri obrolan karena merasa kalau si lawan bicara ngga tertarik untuk berteman denganku. Aku sih ngga berharap banyak saat pertama kali membuka jalan pertemanan. Kalau dia mau, ya ayok. Ngga mau, ya ga masalah.


Menjalankan Hobi Bersama

Nah, kalau udah cukup dekat, aku ngga akan segan untuk mengajak atau diajak menjalankan hobi kami bersama-sama. Misalnya kami punya ketertarikan yang sama terhadap segala hal berbau Jepang, maka saat ada festival atau acara yang berhubungan dengan Jepang, aku akan mengajaknya menghadiri acara tersebut. Atau jika kami sama-sama suka nonton film, aku akan mengajaknya untuk internetan bareng, mengunduh film terbaru, kemudian nonton bareng di suatu tempat.

Cari hobi bareng
www.infoglobalkita.com
Ada hal yang menjadi faktor penentu apakah perkenalan kami bisa beranjak ke hubungan pertemanan atau ngga. Pertama, supel. Ngga bisa dipungkiri, orang yang supel adalah orang yang gampang untuk diajak berteman. Untuk itu, jika orang baru itu supel, aku ngga akan segan untuk berteman dengannya. Tapi aku juga ngga suka kalau orang itu terlalu supel. Orang yang terlalu supel biasanya tingkat percaya dirinya tinggi, sedangkan aku sendiri engga. Maka dari itu, kadang merasa ngga nyaman kalau dekat dengan orang seperti ini.

Kedua, easy going. Iya, orang itu mesti gampang diajak jalan. Kan ngga mungkin ngobrol di kamar/rumah terus, butuh suasana baru dong, ya. Entah itu ke tempat makan, atau ke acara/festival apa gitu. Kalau dia orangnya super sibuk sampai ngga bisa diajak kemana-kemana, ya kemungkinan sih hubungan pertemanan kami biasa aja, ngga jadi dekat.

Oke, ini tips berteman dengan orang baru dari aku. Sederhana kok, karena sebenarnya aku sendiri kalau berteman itu mengalir mengikuti alur, ngga pakai rumus atau tips segala. Tulisan ini juga aku buat setelah aku mikir. Kalau di kehidupan nyata, ngga tau, ya, aku ngga ambil andil penuh untuk berteman. Biasanya itu terjadi begitu aja. Kecuali kalau udah saling mengenal, aku akan mulai memperhitungkan baik-buruknya hubungan pertemanan kami ke depannya. Kalau menurutku baik, aku lanjut, kalau ngga baik, biasanya aku akan mundur perlahan, menjadi teman yang sangat biasa aja, ngga baper.

Nah, gimana dengan kamu? Sama kaya aku juga? Kayanya sih ngga mungkin. Makanya, ngga usah segan untuk bagi cerita di kolom komentar. Ditunggu, ya!

Wednesday, October 25, 2017

Apa Ketakutan Terbesarmu?

Halo Pembaca Kece!

Postingan kali ini masih akan tetap membahas tentang topik-topik yang berkaitan dengan Bloggers' Challenge. Topik kali ini yang mengajukan Kak Rina yang juga member baru ABC. Uuuuuh rame banget BC sekarang! Oke, jadi Kak Rina pengen para ABC menceritakan tentang ketakutan terbesar kami dalam hidup. Nah, lho! Kak Rina ini baru datang langsung nagih cerita tentang ketakutan. Ngga perlu berpanjang lebar, aku kasih tau aja, ya.

Ketakutan Terbesarku

Jika orang lain ditanya tentang apa ketakutan terbesarnya, beberapa mungkin akan menjawab kematian, kegelapan, hantu, atau hewan mengerikan. Maklum, dong, setiap orang kan punya ketakutannya sendiri. Sama halnya denganku. Jika ada orang yang bertanya kepadaku tentang hal yang paling aku takutkan, maka aku akan menjawab, berkomitmen. Berkomitmen seperti apa? Berkomitmen yang aku maksud adalah komitmen yang berhubungan tentang asmara, percintaan, pernikahan, dan sejenisnya.

Cincin
Iya, aku takut menjalin hubungan yang serius dengan orang lain. Ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini. Pertama, pengalaman yang kurang menyenangkan. Dulu aku pernah ditipu oleh teman sendiri. Dia menyapaku dengan akun palsu demi membongkar rahasiaku, kemudian menjadikan hal tersebut senjata untuk menyerangku. Ada sesuatu yang robek setelah itu, kepercayaan. Aku menjadi selektif dalam memilih teman, bahkan dalam hal menerima permintaan pertemanan di media sosial daring pun aku perlu berpikir beberapa kali. Kadang jika orang tersebut asing untukku, aku akan mengabaikan permintaan pertemanan itu. Jadi jangankan untuk menjalin asmara, untuk membuka diri kepada orang baru aja itu sulit.

Penyebab kedua lagi-lagi pengalaman. Di beberapa hubungan asmaraku yang sebelumnya, aku hampir selalu berperan sebagai tokoh jahatnya. Aku yang menjadi sang heart breaker, pihak yang melukai. Kesannya akulah si antagonis. Engga kesannya sih, emang jahat. Nah, sayangnya, aku sadar kalau jahat setelah melakukan kesalahan. Aku ngga akan sadar kalau aku jahat waktu aku melakukannya. Tunggu ada yang sakit dulu baru sadar. Imbasnya adalah aku takut untuk membuat hubungan baru dengan orang lain karena aku takut menyakiti lebih banyak orang.

Alasan ketiga, aku takut gagal. Semakin tinggi umur, hubungan asmara akan semakin serius, ngga lagi hanya antara dua orang, tapi dua keluarga, bahkan lebih luas lagi, seluruh kenalan. Otomatis jika ada kegagalan dalam, katakanlah pernikahan, efek buruk dari kegagalan itu tidak hanya menimpa si pasangan, namun juga keluarga dan orang di sekitarnya.

Nah, itu dia ketakutan terbesarku. Ada imbuhan ter- bukan berarti ini ketakutan satu-satunya yang porsinya paling besar. Ada ketakutan lain, tapi mungkin ini yang lebih terasa saat ini. Oke, Kak Rina, terima kasih atas topik cetarnya.

Kamu punya ketakutan yang sama denganku? Atau ketakutan kamu lebih serius? Cerita di kolom komentar yaaaaaa!

Monday, October 16, 2017

Hal Yang Membuatku Terkesan

Halo pembaca yang kece!
Lagi-lagi di postingan BC, aku harus cerita hal yang berkaitan dengan hal-hal berbau pribadi. Ini topik dari si Dwita, tentang hal yang membuatmu terkesan/tertarik dengan seseorang. Nah, lho, aku langsung mikir, apa ya yang bisa bikin aku terkesan/tertarik? Ternyata ada beberapa hal, tapi ngga aku tulis berurutan dari yang paling bikin terkesan/tertarik sampai yang paling bawah. Ini aku tulis sesuai dengan hal apa yang muncul di kepalaku. Oke, let’s check them out!


Hal Yang Membuatku Terkesan/Tertarik


A Non-native Speaker with Good Pronunciation

Aku pernah cerita tentang latar belakang pendidikanku? Belum pernah ya? Oke, deh, ngga masalah. Aku lulusan universitas negeri di Kota Medan dari jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Tentu aja aku jadi familiar dengan seluk beluk bahasa Inggris, hanya familiar lho, ya, bukan paham. Salah satu aspek yang ada di dalam bahasa itu adalah pelafalan atau pronunciation. Nah, pelafalan ini dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya aksen daerah yang kadang membuat pelafalan bahasa Inggris jadi buruk. Di Indonesia sendiri, jarang banget aku ketemu non-native speaker (bukan penutur asli bahasa Inggris) dengan pronunciation yang bagus, ngga mesti British, American style pun jadi. Maka dari itu, setiap ketemu dengan non-native speaker with good pronunciation, aku akan langsung menoleh ke sumber suara, terus memperhatikan sambil terkagum-kagum.

Seingatku, ada dua kali aku merasa benar-benar tertarik karena pronunciation seseorang. Pertama, waktu aku berkunjung ke Universiti Utara Malaysia 2013 silam, ada pertandingan debat antara mahasiswa setempat dengan mahasiswa almamaterku. Jadi saat pertandingan, ada satu peserta dari UUM, cowok, yang pronunciation-nya lemah lembut, jelas, dan do’i pakai British style! Itu aku serius banget dengerin do’i ngomong sampai selesai. Saking seriusnya, aku ngga peduli dengan topik apa yang do’i bahas. Pronunciation-nya bener-bener melenakan telingaku.

Li Wenlin a.k.a. Cemara
Kedua, waktu aku kuliah magister ini. Ada temenku yang asalnya dari Tiongkok atau China (baca: chaina. cina punya arti yang buruk dalam bahasa Mandarin), cewek. Kami beberapa kali terlibat diskusi, dengan bahasa Indonesia tentu aja. Tapi ada kalanya kami menggunakan bahasa Inggris jika do’i ngga paham dengan apa yang aku maksud. Nah, otomatis do’i membalas dengan bahasa Inggris juga. Saat itulah aku tau kalau pronunciation-nya bagus, American style dengan sedikit sentuhan aksen Mandarin. Rasanya pengen denger do’i ngomong pakai bahasa Inggris terus, cuma masalahnya, do’i kesulitan memahami pronunciation-ku yang buruk, hehehe…

Mereka Yang Membaca Al-qur’an

Namanya juga orang Islam, ngga heran dong kalau suka ngeliat dan ngedenger orang yang lagi baca Al-qur’an, apalagi kalau itu cowok. Yaaaaaah, walaupun aku sering heboh sok-sok terbakar kaya setan tiap dengar orang baca Al-qur’an, aslinya aku seneng, kok.

Jadi dulu waktu semester 7, ada yang namanya PPL (Program Pengalaman Lapangan), semacam praktik mengajar di sekolah yang berlangsung selama 3 bulan. Mahasiswa dari beberapa jurusan dikumpulkan di satu sekolah. Di tempat aku praktik, ada 15 orang, terdiri dari 5 mahasiswa dan 10 mahasiswi. Tempat tinggal kami terpisah tentu aja. Nah, jadi, ada salah satu cowok bertampang agak sangar yang rajin banget baca Al-qur’an. Hampir setiap selesai sholat wajib, do’i mesti baca Al-qur’an, ngga banyak, tapi rutin. Itu aku ngeliatnya asli kagum banget. Hari gini, lho masih ada cowok, dengan tampang yang agak sangar begitu, baca Al-qur’an dengan teratur!

Membaca Al-qur'an
www.youtube.com
Dan memang rejeki si kawan bisa aku bilang bagus. Di saat aku masih berjibaku dengan jurnal, buku, teori A sampai Z demi skripsweet yang manisnya ngalahin es krim Walls, do’i dan pacarnya (sekarang udah jadi istrinya, dan fyi, itu istrinya juga temen satu tempat PPL dengan kami) memutuskan untuk bertunangan, yang dilanjutkan dengan pernikahan beberapa bulan kemudian, dan mungkin sebentar lagi, jagoan mereka akan segera lahir ke dunia. Mulus banget kaya paha personel f(x), salah satu girlband Korea didikan SM Entertainment, meskipun aku belum pernah pegang sih.

Supir Angkot yang Tertib Lalu Lintas

Buat yang tinggal di Kota Medan, pasti ngerti banget gimana keadaan lalu lintasnya yang luar biasa. Dan salah satu pihak yang bertanggung jawab atas keadaan kacau itu adalah supir angkot, selain pengguna mobil pribadi, tentu aja. Jadi, di Medan itu, aturan perlalulintasan itu gampang banget dilanggar oleh supir angkot. Mereka akan dengan seenaknya menaikturunkan penumpang, ngga peduli walau di situ bukan tempat yang semestinya. Selain itu, supir angkor ini juga kapasitas sabarnya dikit banget, mungkin ngga nyampe 256kb. Makanya ngga usah heran kalau liat angkot yang menerobos lampu merah.

Penumpang Naik Angkot di Tengah Jalan
www.medanbisnisdaily.com
Dengan keadaan yang seperti itu, tentu akan menjadi hal yang mengagumkan untuk bisa melihat supir angkot yang tertib lalu lintas. Ngga semua kok supir angkot yang nyeleneh. Masih ada juga supir angkot yang patuh peraturan, tapi jarang. Makanya kalau aku liat supir angkot yang tertib, dalam hati aku akan memuji.

Aku rasa tiga poin ini cukup untuk menjawab tantangan dari si Dwita. Udah, ya, Ta. Cukup-cukup bahas tentang hal pribadi. Untung aku cukup pintar untuk ngga membawa topik ini ke ranah yang lebih serius.


Gimana menurut kamu? Ada poin yang sama? Atau poin punya kamu lebih keren? Jangan baca doang, dong. Tinggalkan jejak di kolom komentar.

Tentang Moody

Halo pembaca kece! Di postingan kali ini, aku ditantang sama Kak Rina untuk menceritakan tentang tanggapanku terhadap seseorang yang mo...